Jauh sudah aku berjalan
Rasakan pahit, rasakan manis
Rasakan gelap, rasakan terang
Sampai ku tak tahu jalan pulang
Tinggi aku terbang semakin tinggi
Lewati awan hampa udara
Hingga ku lemas, hingga ku jatuh
Tapi aku harus bertahan hidup
Tolonglah...tolonglah
Tunjukkan jalan kerumahku
Tolonglah...tolonglah
Beri udara tuk nafasku
Siapa yang akan menolongku
Pegang tananku bawa ke rumahku
Rasakan kasih, rasakan sayang
Hangat pelukan, hangat kecupan
Ada teh hangat dan roti bakar
Bantal yang empuk, kasur yang lembut
Ada larangan, ada aturan
Tatapan mata penuh curiga
Gorden yang cantik, dapur yang unik
Dan anak kecil panggilku "Ibu"
Dan seorang pria ucapkan salam "slamat pagi"
Aku jadi rindu rumah...
Mungkinkah aku dapat melihatnya lagi?
October 29, 2007
Happy Ied!!!
Hampir seluruh stasiun TV menyiarkan berita itu,
Perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal yang selalu menjadi permasalahan hampir di setiap tahunnya,
Yang semakin membuat heboh adalah perbedaan itu kini bukan hanya dua, melainkan tiga...
Dan hal itu pulalah yang akhirnya membuatku tidak melaksanakan Sholat Ied seperti biasanya,
Aneh rasanya... puasa satu bulan koq ga ada gongnya...
Bukan karena aku dibingungkan oleh perbedaan tersebut,
Namun lingkungan disekitarku lebih memilih untuk melaksanakan sholat keesokan harinya...
Yeah, inilah Indonesia... Masih untung ada lebaran.
Perbedaan penentuan tanggal 1 Syawal yang selalu menjadi permasalahan hampir di setiap tahunnya,
Yang semakin membuat heboh adalah perbedaan itu kini bukan hanya dua, melainkan tiga...
Dan hal itu pulalah yang akhirnya membuatku tidak melaksanakan Sholat Ied seperti biasanya,
Aneh rasanya... puasa satu bulan koq ga ada gongnya...
Bukan karena aku dibingungkan oleh perbedaan tersebut,
Namun lingkungan disekitarku lebih memilih untuk melaksanakan sholat keesokan harinya...
Yeah, inilah Indonesia... Masih untung ada lebaran.
Selamat Lebaran Bunda
Akhirnya airmata itupun terurai
Sembari kupeluk erat tubuhnya
Kerut dan garis wajahmu tampak jelas kubaca,
Kebahagiaan dan kesedihan bercampur disana...
Maafkan aku dengan segala khilafku,
Belum mampu kuringankan bebanmu,
Belum sanggup kunyenyakkan tidurmu,
Semoga kesehatan selalu menyertaimu,
Semoga kesabaran senantiasa ada di hatimu,
Semoga Dia selalu menjagamu...
Selamat Lebaran Bunda...
Sembari kupeluk erat tubuhnya
Kerut dan garis wajahmu tampak jelas kubaca,
Kebahagiaan dan kesedihan bercampur disana...
Maafkan aku dengan segala khilafku,
Belum mampu kuringankan bebanmu,
Belum sanggup kunyenyakkan tidurmu,
Semoga kesehatan selalu menyertaimu,
Semoga kesabaran senantiasa ada di hatimu,
Semoga Dia selalu menjagamu...
Selamat Lebaran Bunda...
Subscribe to:
Posts (Atom)