September 14, 2011

Stop Complaining!!

Telingaku semakin jengah setiap mendengar orang-orang ga berhenti untuk complain. Tentang segala hal. Tentang gajinya yang dirasa tak pernah cukup. Tentang kemacetan yang harus dihadapinya setiap pagi dan sore hari. Tentang karirnya yang mandheg. Tentang kecurigaannya kepada rekan kerja atau orang-orang yang bisa punya duit banyak. Jah!

Gaji selevel jabatan Asisten Manager ga cukup? Ya jangan ambil beragam kreditan rumah, apartemen atau mobil demi sebuah gengsi.

Capek menghadapi kemacetan setiap pagi dan sore hari? Ya berangkatlah lebih pagi alih-alih mengantar anak dulu ke sekolah sehingga selalu datang terlambat ke kantor. Atau pakai transportasi umum alih-alih kendaraan pribadi yg juga ikut menyumbang dampak kemacetan yang terjadi.

Stres karena karir mandheg? Yaaa kalo masih pilih-pilih tempat gimana mau dapet kesempatan untuk naik. Semua butuh pengorbanan pak! Kalo bisa naik golongan terus tiap tahun dan selalu ditempatkan di lokasi yang strategis semua orang juga mau.

Orang lain yang level jabatannya lebih rendah tapi punya duit lebih banyak? Yaaa mungkin memang orang itu punya usaha lain, apapun itu, itu hak pribadi mereka lah..

Masih banyak lho orang diluar sana, di kolong jembatan atau di pinggir rel, yang rumahnya cuma dari triplek, yang punya uang cuma buat makan hari ini, soal besok ya liat gimana besok.

Aku bukan mau ngguru-in, sok bijak, atau sikap baik apapun, atau bahkan mengeluh (semoga ini tidak dianggap sebagai keluhanku terhadap orang lain yah :p ). Yang aku tau, Allah juga ga suka sama orang yang senang mengeluh. Karena artinya orang itu ga bersyukur atas apa yang dia punya. Just learn for being grateful of what you have. Itu saja.