November 30, 2009

Pak Menteri

aku : selamat ya..tante, oom, selamat.. (sembari tetap berdiri di atas panggung sambil menunggu teman serombongan untuk berfoto bersama)
security : mbak..maaf, mau berfoto?
aku : oh..iya..(dengan sumringah)
security : ooh..kalo gitu turun dulu mbak, ada Pak Menteri mau dateng..
aku : oh..iya..(masih sumringah plus senyum getir)

ada yang salah dengan pendidikan kemiliteran security ini, sampai2 tidak tau bagaimana caranya menyampaikan pesan. Perasaan kawinan temanku yang dihadiri bahkan lebih dari 1 pejabat teras juga ga gitu2 amat...

Mesjid opo pasar

Lebaran haji kali ini aku stay di Jakarta. Aku dan seorang temenku dengan semangat berangkat Sholat Ied ke Masjid Istiqlal. Meskipun udah berangkat jam 5 pagi, dengan jarak dari kost ke Istiqlal cuma 7 menit naek bajaj, tetep aja aku dapet di baris paling belakang tepat dekat pilar.. Setelah mengucap salam kepada Malaikat Raqib dan Atid di pundak kanan kiri, maka khotbah pun dimulai. Tapi tiba-tiba beberapa orang, tepatnya bapak2 penjaja foto keliling mulai memasuki hall masjid (red : lantai berkarpet yang masih berisi jama'ah yang sedang mendengarkan khotbah lengkap dengan sajadah terbentang sebagai alas duduknya), dan mereka pun memulai aksinya. Parahnya, beberapa jama'ah pun akhirnya repot menawar harga per lembar foto langsung jadi itu dan sibuk mengatur gayanya... Belum habis rasa heranku, muncul lagi ibu-ibu yang melempar-lempar daleman jilbab (semoga anda paham maksudku), tadinya kukira dia (red : ibu-ibu) mengenal orang yang duduk di sebelahku, ternyata itu salah satu caranya menjajakan dagangannya. Hhhhh...iki mesjid opo pasar tho yooooo...????

*originally written on november '09