Menyambung tulisan saya beberapa waktu lalu tentang sedikit kekesalan saya terhadap orang-orang yang tidak bisa menahan diri dengan buru-buru menyalakan ponsel ketika pesawat belum berhenti dengan sempurna, kali ini saya dibuat risih lagi sama orang-orang yang terlalu sibuk sama ipad.
Ya, mereka orang penting. Okay, mereka petinggi perusahaan. Dan betul, saya ga punya ipad. Itu yang membedakan saya dengan mereka. Tapi, gini-gini saya sudah pernah menggunakan ipad, or at least mengenalnya walau belum terlalu detil. Jadi saya juga tau kalo ipad itu ga bisa dipakai kerja -menurut saya lho ya, maaf kalo ada yang tersungging-. Mentok-mentoknya paling hanya ms office. Selebihnya ya buat browsing, gaming, social networking, emailing. Dan lagi, untuk orang sekelas petinggi itu, saya tau lah mereka ndak mungkin ngutak atik ms excel, ms word -ini orang yang saya tau lho yaa..skali lagi maaf kalo mungkin ada yang saya ga tau-.
Jadi….sepanjang rapat dari pagi sampai sore, para petinggi itu sibuk sekali menggeser-geser layar ipad nya, entah apa yang sedang dilihat atau dibaca. Kalo dibilang mereka sedang sibuk ngutak atik data, di sebelah kiri mereka layar laptop terbuka lebar. Sibuk chatting, di sebelah kanan mereka ada smartphone yang tiap 5 menit dilirik dan dipencet-pencet. Dan semua hal itu membuat mereka bahkan lupa menyapa kanan kirinya. Efek sampingnya, saya juga jadi sibuk memperhatikan mereka. Hahahaha..
Ya sudahlah..mungkin kalo jadi petinggi itu salah satu syaratnya harus gitu ya? Ckckck..