aku : selamat ya..tante, oom, selamat.. (sembari tetap berdiri di atas panggung sambil menunggu teman serombongan untuk berfoto bersama)
security : mbak..maaf, mau berfoto?
aku : oh..iya..(dengan sumringah)
security : ooh..kalo gitu turun dulu mbak, ada Pak Menteri mau dateng..
aku : oh..iya..(masih sumringah plus senyum getir)
ada yang salah dengan pendidikan kemiliteran security ini, sampai2 tidak tau bagaimana caranya menyampaikan pesan. Perasaan kawinan temanku yang dihadiri bahkan lebih dari 1 pejabat teras juga ga gitu2 amat...
November 30, 2009
Mesjid opo pasar
Lebaran haji kali ini aku stay di Jakarta. Aku dan seorang temenku dengan semangat berangkat Sholat Ied ke Masjid Istiqlal. Meskipun udah berangkat jam 5 pagi, dengan jarak dari kost ke Istiqlal cuma 7 menit naek bajaj, tetep aja aku dapet di baris paling belakang tepat dekat pilar.. Setelah mengucap salam kepada Malaikat Raqib dan Atid di pundak kanan kiri, maka khotbah pun dimulai. Tapi tiba-tiba beberapa orang, tepatnya bapak2 penjaja foto keliling mulai memasuki hall masjid (red : lantai berkarpet yang masih berisi jama'ah yang sedang mendengarkan khotbah lengkap dengan sajadah terbentang sebagai alas duduknya), dan mereka pun memulai aksinya. Parahnya, beberapa jama'ah pun akhirnya repot menawar harga per lembar foto langsung jadi itu dan sibuk mengatur gayanya... Belum habis rasa heranku, muncul lagi ibu-ibu yang melempar-lempar daleman jilbab (semoga anda paham maksudku), tadinya kukira dia (red : ibu-ibu) mengenal orang yang duduk di sebelahku, ternyata itu salah satu caranya menjajakan dagangannya. Hhhhh...iki mesjid opo pasar tho yooooo...????
*originally written on november '09
*originally written on november '09
October 11, 2009
Fire Fighting Training
Tanggal 5-6 Oktober 2009 lalu gw ikut pelatihan, namanya Fire Fighting Training. Pesertanya ada 41 orang, dan 40 diataranya adalah cowok. Jadi kesimpulannya i'm the one and only. Dan secara sepihak ditunjuk menjadi Ketua Kelas.
Setelah melalui kelas teori yang cukup membuat mata gw terkantuk-kantuk karena dinginnya AC ruangan dan perut kosong karena puasa, sampailah kami pada praktek lapangan. Dalam praktek itu kami belajar mulai dari melempar selang pemadam, menggulung, memadamkan api pake APAR, foam, sampai memadamkan api yang lumayan gedhe pake air. Kami dibagi jadi 5 kelompok @ 8 orang, kecuali kelompok gw yang jumlahnya 9 orang. Dan, lagi-lagi karena kekerasan gender (ini menurut gw), gw ditunjuk untuk jadi komandan regu pemadam yang tugasnya ngasih perintah, memastikan api padam, menutup kerangan pipa BBM supaya minyak tidak terus menyulut api, dan berada paling depan di barisan pemadaman api yang lumayan gedhe itu. Makdeng!!!!!
Seru. Degdegan. Basah. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, apinya PADAM, horeeeeeeeee....
September 16, 2009
Semoga kita berjumpa lagi..
Biasanya di awal bulan Ramadhan gw selalu menyambutnya dengan tulisan-tulisan di blog gw, tapi entah saking sibuknya, ato saking ga ada idenya mau nulis apaan...baiklah..mari kita coba merekap..
Puasa kali ini disambut dengan gempa. Gempa dengan kekuatan 7,3 skala ritcher yang mengguncang Tasikmalaya terasa getarannya sampai di Jakarta. Kejadiannya pas banget sama jam orang pada mau pulang kantor, 14.55 WIB. Alhasil, paniklah gw dan seluruh pekerja di Gedung Kramat Raya 59 itu. Seperti simulasi keadaan darurat yang pernah dilakukan, maka semua orang berduyun-duyun keluar gedung melalui tangga darurat. Tapi saking paniknya orang, banyak juga tuh orang-orang yang main serobot aja, tanpa peduli antrian..ampuuunnn dehhh...gw sih cuma berdoa supaya gw selamat sampai keluar gedung. Yang lebih ironis lagi, di kantornya Matahari, malah ada yang sempet maling handphone segala...Ya Allah...bukakan mata hatinya..Tapi syukurlah kami semua baik-baik saja, gw as a "orang S&D" langsung mencoba melakukan kontak dengan rekan di Depot Tasikmalaya untuk mastiin semuanya baik-baik aja. Walaupun sempet beberapa kali gagal, akhirnya gw dapet kabar kalo lokasi kerja kami di Tasikmalaya baik-baik saja, hanya sedikit terdapat kerusakan di beberapa fasilitas.
Di bulan Ramadhan ini juga, gw dan beberapa teman kembali mengadakan acara tahunan angkatan kami, Grebeg Sahur BPS PMS&N 2007. Tapi kali ini agak sedikit berbeda. Mulai dari jumah pesertanya yang meningkat dan mekanismenya juga berubah. Gara-gara pak polisi lagi marak melakukan razia ke AnJal, pengemis dadakan, termasuk yang memberikan sedekah bagi mereka-mereka di peempatan jalan, jadi tahun ini distribusi makanan grebeg sahur langsung kami drop ke 2 panti asuhan. Kami nyerahin 120 nasi kotak, beberapa sembako, beras, dan susu. Seneng deh bisa berbagi selagi bisa..moga-moga tahun depan bisa diadain lagi..
Trus...yang terakhir, gw sama temen kost gw kelimpungan cari tiket gara-gara ada kabar kalo lebarannya dimajuin jd tgl 20 Sept, padahal itu tiket udah pada habis semua...akhirnya segala cara dicoba, sampe masang tread di kaskus buat ditukerin tiketnya, ato nanya-nanya ke temen yang bisa tukeran...buntutnya gw ngeluarin kocek lagi buat pindah hari, tapi ya sudahlah...kata orang "kalo belanja bisa mahal-mahal, masa buat mudik aja ga mau mahal.."
Well, i think that's all the recap, kalo secara batiniah, Ramadhan gw kali ini lebih mendekatkan diri gw ke yang Diatas, gw sering ngobrol dan berdialog denganNya, memohon petunjuk dan arahanNya..
Least but not last, semoga kita semua bisa kembali menjadi manusia yang bersih, seperti bayi yang baru lahir, semoga kita bisa berjumpa lagi di Ramadhan selanjutnya..
Selamat Mudik!!!
August 30, 2009
belajar tegas
Ternyata ga selamanya being so nice ato merasa sungkan demi menjaga perasaan orang lain itu patut dilakukan. Karena terkadang gw berpikir, gw bersikap seperti itu dengan harapan orang lain akan bersikap begitu pula sama gw. Justru sebaliknya, mungkin sikap gw itu jadi membuat gw kebingungan sendiri untuk menentukan sikap gw selanjutnya. Rupanya untuk yang hal yang satu ini gw ga bisa tegas bahkan sama diri gw sendiri. Tapi kenapa juga ada orang yang bisa dengan cueknya menjadi dirinya sendiri tanpa perlu memusingkan atau merasa sungkan dengan orang lain? Well, mungkin itu yang betul. Itu yang seharusnya gw lakuin yah..
August 18, 2009
do i have to deal with it (again)??
Dear Lord it's not that i'm not being grateful for every gift from You,
but i really don't understand, why do this happen to me twice??
Supporting, operating, operation head, newbie staff, junior, senior, what?!
If all of this should happen as what we call "my time" we'd ratter be fair enough. we don't need that 360 degrees of judgement,evidences for key performance indicator, 'coz me, as a newcomer, will get my "gift" at "my time". but they said it's not like that. we'd speak by data. we'd discuss it by checking our KPI, by exploring our attitude. me, a newcomer staff,who always sit on my desk dealing with a black box named computer, have to compete with an operation head which is everyday they lookin up the depo...jaaaaaahhhh!!!!!!! am i stupid or what??? it's not apple to apple..
but i really don't understand, why do this happen to me twice??
Supporting, operating, operation head, newbie staff, junior, senior, what?!
If all of this should happen as what we call "my time" we'd ratter be fair enough. we don't need that 360 degrees of judgement,evidences for key performance indicator, 'coz me, as a newcomer, will get my "gift" at "my time". but they said it's not like that. we'd speak by data. we'd discuss it by checking our KPI, by exploring our attitude. me, a newcomer staff,who always sit on my desk dealing with a black box named computer, have to compete with an operation head which is everyday they lookin up the depo...jaaaaaahhhh!!!!!!! am i stupid or what??? it's not apple to apple..
August 09, 2009
07-08-'09
07 08 09, great numbers..
Semoga juga menjadi awal dari segala hal-hal indah,
Semoga semua doa-doa menemukan jawabnya,
Semoga semua pinta dapat dikabulkan,
Semoga segala gelap sirna oleh cahaya..
Terimakasih Allah, atas segala karunia
Atas seluruh rizkiMu padaku,
Atas semua nikmat akan diriku dan sekelilingku
Terimakasih teman, rekan, kerabat
Atas segala doa dan ucapan
It's not my 26th birthday, it's my 2nd 25th birthday..
Cheers!!
Semoga juga menjadi awal dari segala hal-hal indah,
Semoga semua doa-doa menemukan jawabnya,
Semoga semua pinta dapat dikabulkan,
Semoga segala gelap sirna oleh cahaya..
Terimakasih Allah, atas segala karunia
Atas seluruh rizkiMu padaku,
Atas semua nikmat akan diriku dan sekelilingku
Terimakasih teman, rekan, kerabat
Atas segala doa dan ucapan
It's not my 26th birthday, it's my 2nd 25th birthday..
Cheers!!
Obat
Ketika tubuh ini terlalu lelah,
Ketika mata ini tak mampu menahan kantuk,
Ketika kaki ini tidak mau berkompromi,
Bisakah aku melawan..
Salahkah jika aku melewatkan sabtu seru yang kau tunggu?
Dan ketika sedikit demi sedikit terobati,
Rasa lelah & kantuk itu,
Salahkah aku mencoba menebus sabtu seru yang kau tunggu?
Sepertinya kini hatiku yang butuh diobati..
Ketika mata ini tak mampu menahan kantuk,
Ketika kaki ini tidak mau berkompromi,
Bisakah aku melawan..
Salahkah jika aku melewatkan sabtu seru yang kau tunggu?
Dan ketika sedikit demi sedikit terobati,
Rasa lelah & kantuk itu,
Salahkah aku mencoba menebus sabtu seru yang kau tunggu?
Sepertinya kini hatiku yang butuh diobati..
August 02, 2009
Malu ma rambut
Dandanan ala koboi, sepatu runcing ujungnya
Celana jeans belel warna baby blue
Rambut klimis potongan tintin jaman sekarang
Lama juga ga liat kawanku yang satu itu, he’s become totally different now
Istilahnya ‘udah jadi anak gaul’
Kami pun bertemu kembali di sebuah ajang reuni kecil antar teman di Jakarta
Setelah ngobrol sana sini, perut kenyang, alih alih pulang karena ‘hari masih sore’, aku dan beberapa teman memutuskan untuk window shopping di mall itu
Tapi tiba-tiba si koboi nyeletuk,”aku ga ikutan ya, aku harus pulang”. Ntah setan apa yang merasukiku, akupun tanpa pikir panjang menimpali, “sapa yang harus pulang?? Kamu?? Ampun deehhh…malu ma rambut pulang jam segini..” dan tawa kawan-kawan pun meledak seketika.
Sorry..never meant to..
Celana jeans belel warna baby blue
Rambut klimis potongan tintin jaman sekarang
Lama juga ga liat kawanku yang satu itu, he’s become totally different now
Istilahnya ‘udah jadi anak gaul’
Kami pun bertemu kembali di sebuah ajang reuni kecil antar teman di Jakarta
Setelah ngobrol sana sini, perut kenyang, alih alih pulang karena ‘hari masih sore’, aku dan beberapa teman memutuskan untuk window shopping di mall itu
Tapi tiba-tiba si koboi nyeletuk,”aku ga ikutan ya, aku harus pulang”. Ntah setan apa yang merasukiku, akupun tanpa pikir panjang menimpali, “sapa yang harus pulang?? Kamu?? Ampun deehhh…malu ma rambut pulang jam segini..” dan tawa kawan-kawan pun meledak seketika.
Sorry..never meant to..
July 08, 2009
Pak Direktur
Alisha Marsudi. Anak perempuan kecil itu hanya bisa menangis tanpa henti. Entah karena dia haus, lapar, atau menangis sedih. Sedih meratapi kepergian Ayahnya yang begitu cepat.
Semua orang terhenyak. Kabar di pagi hari itu membuat semua orang merasa tidak percaya. Ia yang minggu lalu masih tampak begitu segar bugar, kini hanya bisa terbujur kaku tak berdaya di ruang tamu rumahnya. Rumah kecil itu pun mendadak penuh sesak oleh saudara, rekan, kerabat yang ingin melihatnya untuk terakhir kali.
Hari itu, 01 Juni 2009, keluarga besar BPS Pms & N 2007 kembali kehilangan salah satu anggotanya. Sosok pria yang selalu ramah pada siapapun itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS MMC pukul 01.00 dini hari. Ia meninggalkan seorang istri dan bidadari kecilnya yang baru berusia 2 bulan.
So long Joko, semoga seluruh amal ibadahmu diterima Allah SWT dan dosa-dosamu diampuniNya. Kami akan menjaga Alisha untukmu. Selamat jalan Joko ’Pak Direktur’.. Doa kami menyertaimu..
-01st June 2009-
(in memoriam of Joko Marsudi, Gas & Domestik Pusat Jakarta)
Semua orang terhenyak. Kabar di pagi hari itu membuat semua orang merasa tidak percaya. Ia yang minggu lalu masih tampak begitu segar bugar, kini hanya bisa terbujur kaku tak berdaya di ruang tamu rumahnya. Rumah kecil itu pun mendadak penuh sesak oleh saudara, rekan, kerabat yang ingin melihatnya untuk terakhir kali.
Hari itu, 01 Juni 2009, keluarga besar BPS Pms & N 2007 kembali kehilangan salah satu anggotanya. Sosok pria yang selalu ramah pada siapapun itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS MMC pukul 01.00 dini hari. Ia meninggalkan seorang istri dan bidadari kecilnya yang baru berusia 2 bulan.
So long Joko, semoga seluruh amal ibadahmu diterima Allah SWT dan dosa-dosamu diampuniNya. Kami akan menjaga Alisha untukmu. Selamat jalan Joko ’Pak Direktur’.. Doa kami menyertaimu..
-01st June 2009-
(in memoriam of Joko Marsudi, Gas & Domestik Pusat Jakarta)
April 19, 2009
hanya aku
Aku akan selalu mendengarmu
Aku akan terus mencoba mengertimu
Tapi jangan paksa aku
Untuk tahu segalanya
Aku tak perlu maafmu
Aku tak ingin terimakasihmu
Aku hanya minta rasa sabarmu..sedikit saja..
Untuk mengerti aku dan menahan egomu..
Karena aku hanyalah aku
Karena aku bukan si jenius Einstein
Karena aku tidak selalu punya jawaban untukmu..
Aku akan terus mencoba mengertimu
Tapi jangan paksa aku
Untuk tahu segalanya
Aku tak perlu maafmu
Aku tak ingin terimakasihmu
Aku hanya minta rasa sabarmu..sedikit saja..
Untuk mengerti aku dan menahan egomu..
Karena aku hanyalah aku
Karena aku bukan si jenius Einstein
Karena aku tidak selalu punya jawaban untukmu..
March 31, 2009
Gejolak Kawula Muda
Lama hal ini ga gw rasain. Ntah kenapa gw jadi begitu excited buat nonton perhelatan besar Java Jazz 2009. Padahal awalnya keinginan itu cuma menthok sampe kepingin doang. Mungkin karena akhirnya ada kesempatan dan kawan yang menemani.
Gejolak itu dimulai sejak gw dapet tawaran buat nemenin temen dari Bandung nonton acara itu dengan membayar setengah dari harga regular ticket. Kebetulan memang gw sedang berada di jakarta alias lagi ga dinas luar kota. Obrol sana sini diputuskan bahwa peserta bertambah 3 orang lagi. Waaaa...seruuu...Cuma, berhubung gw yang soooooo excited, jadilah gw yg harus cari2 tiket buat mereka bertiga. After browsing 2 hari, gw dapet tiket daily pass seharga 500 ribu buat 2 orang, karena ternyata temen gw yang satu batal nonton. Eh, gw ga beli di calo lho..gw beli punya orang yang ga jadi nonton. Trus bela-belain antri tiket buat gw sendiri yang setengahan ma temen gw for 1,5 hours. Pfiuhh..thanks to gochay udah nemenin :)
Dan akhirnya, the Big Day!!! 4 girls went out to concert. It’s like some college girls had a girl nite out. Brought some euphoria to the world… singing, laughing, hang out together… berpindah dari satu hall ke hall yang lain, mencari cari jadwal pertunjukan untuk kemudian menentukan strategi yang cukup baik sehingga kami bisa melihat seluruh performance terbaik, tiring but quite fun.
Di perjalanan pulang kami pun membuat kesepakatan kecil bahwa kami akan datang lagi tahun depan. Semoga.
Gejolak itu dimulai sejak gw dapet tawaran buat nemenin temen dari Bandung nonton acara itu dengan membayar setengah dari harga regular ticket. Kebetulan memang gw sedang berada di jakarta alias lagi ga dinas luar kota. Obrol sana sini diputuskan bahwa peserta bertambah 3 orang lagi. Waaaa...seruuu...Cuma, berhubung gw yang soooooo excited, jadilah gw yg harus cari2 tiket buat mereka bertiga. After browsing 2 hari, gw dapet tiket daily pass seharga 500 ribu buat 2 orang, karena ternyata temen gw yang satu batal nonton. Eh, gw ga beli di calo lho..gw beli punya orang yang ga jadi nonton. Trus bela-belain antri tiket buat gw sendiri yang setengahan ma temen gw for 1,5 hours. Pfiuhh..thanks to gochay udah nemenin :)
Dan akhirnya, the Big Day!!! 4 girls went out to concert. It’s like some college girls had a girl nite out. Brought some euphoria to the world… singing, laughing, hang out together… berpindah dari satu hall ke hall yang lain, mencari cari jadwal pertunjukan untuk kemudian menentukan strategi yang cukup baik sehingga kami bisa melihat seluruh performance terbaik, tiring but quite fun.
Di perjalanan pulang kami pun membuat kesepakatan kecil bahwa kami akan datang lagi tahun depan. Semoga.
March 13, 2009
Premanisme Makassar
Ada untungnya juga aku ikut dalam tim master program. Setidaknya aku bisa mengunjungi kota-kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Dan yang mendapat giliran kali ini adalah Makassar.
Sore itu, sepulang dari berkeliling ke Pulau Kahyangan, bersama seorang rekan, kami berinisiatif untuk menikmati senja di Pantai Losari. Kebetulan kami menginap tepat di pinggir pantai itu. Kami pun menyempatkan diri untuk membeli Pisang Epe’ yang ternyata memang enak. Pisang panas yang disiram dengan gula merah cair dan dicampur aroma durian. Cukup unik.
Tapi ternyata penganan khas Makassar itu tidak bisa kunikmati dengan lahap. Saat aku dan temanku baru akan menikmati penganan itu, tiba-tiba muncul 2 orang anak kecil meminta-minta. Awalnya kami cuek, namun lama kelamaan mereka cukup mengganggu dengan tidak mau pergi dari tempat kami duduk. Temanku pun merogoh kocek 1000 perak untuk anak-anak itu. Hasilnya sama saja. Entah kenapa mereka betah sekali menunggui kami. Aku pun melanjutkan acara makan pisang epe’ku. Baru setengah kugigit, mendadak aku dikerubutin hampir 10 orang anak kecil yang entah dari mana datangnya yang mencoba meminta-minta kepadaku. Tidak hanya uang. Mereka juga menginginkan pisang epe’ku. Karena merasa jiwaku terancam, akhirnya aku pasrahkan sisa pengananku kepada mereka termasuk yang sudah kugigit setengah tadi.
Mendadak aku merasa ngeri. Apakah ini salah satu bentuk premanisme terhadap kaum pendatang di Makassar, atau memang seperti inilah kondisi kemiskinan dan kelaparan di sana sampai-sampai mengesampingkan etika dan adat kesopanan ?
Sore itu, sepulang dari berkeliling ke Pulau Kahyangan, bersama seorang rekan, kami berinisiatif untuk menikmati senja di Pantai Losari. Kebetulan kami menginap tepat di pinggir pantai itu. Kami pun menyempatkan diri untuk membeli Pisang Epe’ yang ternyata memang enak. Pisang panas yang disiram dengan gula merah cair dan dicampur aroma durian. Cukup unik.
Tapi ternyata penganan khas Makassar itu tidak bisa kunikmati dengan lahap. Saat aku dan temanku baru akan menikmati penganan itu, tiba-tiba muncul 2 orang anak kecil meminta-minta. Awalnya kami cuek, namun lama kelamaan mereka cukup mengganggu dengan tidak mau pergi dari tempat kami duduk. Temanku pun merogoh kocek 1000 perak untuk anak-anak itu. Hasilnya sama saja. Entah kenapa mereka betah sekali menunggui kami. Aku pun melanjutkan acara makan pisang epe’ku. Baru setengah kugigit, mendadak aku dikerubutin hampir 10 orang anak kecil yang entah dari mana datangnya yang mencoba meminta-minta kepadaku. Tidak hanya uang. Mereka juga menginginkan pisang epe’ku. Karena merasa jiwaku terancam, akhirnya aku pasrahkan sisa pengananku kepada mereka termasuk yang sudah kugigit setengah tadi.
Mendadak aku merasa ngeri. Apakah ini salah satu bentuk premanisme terhadap kaum pendatang di Makassar, atau memang seperti inilah kondisi kemiskinan dan kelaparan di sana sampai-sampai mengesampingkan etika dan adat kesopanan ?
System vs Tolerance
Awalnya aku ga pernah minat untuk tahu apa dan berapa penilaian atasanku terhadapku. Tapi mendadak siang itu, secara tidak sengaja ketika aku diminta untuk mendistribusikan penilaian seluruh pekerja aku pun tergelitik untuk mencari tahu. Perlahan kususuri nama-nama yang tertulis di daftar itu, yup. Disitu. Aku melihat namaku. Tapi tunggu dulu, berulang kali aku memastikan bahwa benar namaku yang tertulis di baris itu. 4 …??? Tak hentinya aku bertanya pada diriku sendiri apa yang salah pada diriku sehingga aku bisa mendapat nilai itu. Rekan kerjaku pun mencoba menjelaskan bahwa iapun tidak setuju dengan angka tersebut, meskipun ia pribadi memperoleh angka 6, diatas rata-rata. Dampak kurva distribusi normal ujarnya. Level kami ternyata di sejajarkan dengan para kepala lokasi yang menurut “pihak penilai” tidak layak apabila seorang kepala mendapat nilai buruk / dibawah rata-rata, jadi kamilah korbannya. Namun, kenapa aku harus disejajarkan dengan orang-orang yang kerjanya ga jelas, lebih banyak main games dan nonton b*k*p bahkan lebih rendah ketimbang seorang sekretaris yang notabene-nya hanya melakukan pekerjaan administrative.
Belum lagi pra syarat untuk mengikuti beasiswa S2, Transformation Leadership, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan karir adalah “diharamkan nilai 4”. Lantas, apakah ini tidak sama saja dengan mematikan karir orang ???
Untuk apa digembar gemborkan bahwa penilaian dilakukan secara online, fair menggunakan system jika ujung-ujungnya masih ada pembicaraan yang justru bisa mengubah nilai itu sendiri ?
Untuk apa aku harus bekerja keras, pulang larut menyelesaikan pekerjaan, jika aku hanya dihargai dengan angka 4 ? mungkin sebaiknya aku perbanyak main games, nemplok dari meja satu ke meja lainnya, berhahahihi dengan para atasan sudah cukup mendapat angka 4 atau justru lebih.
Apakah mereka tidak pernah berpikir bahwa ini semua dapat mempengaruhi psikis pekerja ? hanya karena aku anak baru apakah harus seperti itu perlakuannya ? kenapa semua orang harus mendewakan sebuah kurva distribusi normal demi dianggap fair dalam memberi nilai kepada pekerja ? dimana penghormatan kita terhadap system yang kita buat sendiri ? aku semakin bingung, antara ketidakpercayaanku pada kemampuan diriku dengan ketidakberdayaanku untuk menerima semua keputusan ini. Masih dapatkah ini diubah ? kenapa tidak ada yang menolongku ? tidak layakkah aku berada disini ? tidak diinginkankah aku disini ?
Terlalu banyak pertanyaan yang ada di otakku.
Belum lagi pra syarat untuk mengikuti beasiswa S2, Transformation Leadership, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan karir adalah “diharamkan nilai 4”. Lantas, apakah ini tidak sama saja dengan mematikan karir orang ???
Untuk apa digembar gemborkan bahwa penilaian dilakukan secara online, fair menggunakan system jika ujung-ujungnya masih ada pembicaraan yang justru bisa mengubah nilai itu sendiri ?
Untuk apa aku harus bekerja keras, pulang larut menyelesaikan pekerjaan, jika aku hanya dihargai dengan angka 4 ? mungkin sebaiknya aku perbanyak main games, nemplok dari meja satu ke meja lainnya, berhahahihi dengan para atasan sudah cukup mendapat angka 4 atau justru lebih.
Apakah mereka tidak pernah berpikir bahwa ini semua dapat mempengaruhi psikis pekerja ? hanya karena aku anak baru apakah harus seperti itu perlakuannya ? kenapa semua orang harus mendewakan sebuah kurva distribusi normal demi dianggap fair dalam memberi nilai kepada pekerja ? dimana penghormatan kita terhadap system yang kita buat sendiri ? aku semakin bingung, antara ketidakpercayaanku pada kemampuan diriku dengan ketidakberdayaanku untuk menerima semua keputusan ini. Masih dapatkah ini diubah ? kenapa tidak ada yang menolongku ? tidak layakkah aku berada disini ? tidak diinginkankah aku disini ?
Terlalu banyak pertanyaan yang ada di otakku.
February 14, 2009
Celetukan macam apa itu?????
Selama dinas satu minggu di Semarang, banting tulang tiap hari sampe jam 9 malem, mantengin laptop, nge-klik nge-klik data, eh… daily progress yang entah diambil dari mana itu malah nunjukkin kalo seolah-olah kami tidak melakukan apa-apa. Status open shipment yang awalnya sekitar 15000 items hari ini menjadi sekitar 10000 items. Otomatis tim SnD Region 2 angkat bicara. Karena status yang kami download pagi tadi sudah turun di seputaran angka 6000 items. Inipun sudah kami kerjakan secara keroyokan. Dan jawaban dari panitia hanya “ya dikerjain secara massal aja, ini saya share datanya, coba di kroscek aja”. Itu pertama.
Tidak lama, ada yang mendekat sambil nyeletuk “ yo opo rek koq jek limang ewu”…
DJ#NC*KKKKKKK!!!!!!
Celetukan pagi ini bikin aku sedikit naik pitam. Maaf. Tapi itu yang aku rasakan. Pengen banget marah, tapi yang keluar dari mulutku cuma celetukan “yaaa…kalo udah dikerjain bareng-bareng, di selesein secara massal, tapi kalo jaringannya putus nyambung dan hanya memungkinkan 5 items per transaksi, kita mau apa?????”
get stuck di semarang yang seharusnya menjadi ajang pulang kampung dan kupikir akan sangat menyenangkan bisa berjumpa dengan sanak famili, tapi ternyata cukup melelahkan otak dan pikiran..
mungkin aku bukan orang yang suka merayakan "hari kasih sayang" bersama orang tersayang, tapi jika disuruh memilih mungkin hari ini aku lebih memilih untuk merayakannya daripada harus di kantor...namun apa daya, dinas dinas dan dinas!!!
Tidak lama, ada yang mendekat sambil nyeletuk “ yo opo rek koq jek limang ewu”…
DJ#NC*KKKKKKK!!!!!!
Celetukan pagi ini bikin aku sedikit naik pitam. Maaf. Tapi itu yang aku rasakan. Pengen banget marah, tapi yang keluar dari mulutku cuma celetukan “yaaa…kalo udah dikerjain bareng-bareng, di selesein secara massal, tapi kalo jaringannya putus nyambung dan hanya memungkinkan 5 items per transaksi, kita mau apa?????”
get stuck di semarang yang seharusnya menjadi ajang pulang kampung dan kupikir akan sangat menyenangkan bisa berjumpa dengan sanak famili, tapi ternyata cukup melelahkan otak dan pikiran..
mungkin aku bukan orang yang suka merayakan "hari kasih sayang" bersama orang tersayang, tapi jika disuruh memilih mungkin hari ini aku lebih memilih untuk merayakannya daripada harus di kantor...namun apa daya, dinas dinas dan dinas!!!
Jumat Kelabu
Mendung menyelimuti langit Surabaya
Hati seluruh BPS Pms & Niaga 2007 dirundung duka
Terlebih lagi hatiku…
Hanya air mata dan doa yang terus mengalir dari bibirku
Tepat hari itu, Jum’at 12 Desember 2008 dia pergi untuk selamanya…
Setahun lebih aku mengenalnya, bahkan berteman baik selama kami di Semarang
Dia adalah salah satu sahabat terbaikku
Cukup lama aku tidak bertemu dengannya,
Dan aku tidak pernah menyangka pertemuanku saat itu adalah pertemuan terakhir
Pagi itu kulihat ia terbaring lemah di ranjangnya
Lengkap dengan infus di tangan kiri dan masker oksigen di wajahnya
Tidak sempat kutanya apa yang dirasakannya
Aku hanya bisa bercerita ringan sembari mengelus rambutnya agar dia tersenyum
Dan berharap agar ia lekas pulih
Tapi mungkin Sang Illahi berkehendak lain,
Lepas waktu sholat Magrib dan setelah ia bertemu dengan seluruh sanak familinya
Seolah ia ingin bepamitan dengan semuanya
Ia pun pergi…
Yang terngiang-ngiang di otakku hanyalah tawa lebarnya
Suara riangnya setiap kami bernyanyi lagu Maliq dan Michael Buble
Segala celotehan bak seorang ibu bagi putra putrinya
Ini jawaban dari segala doamu,
Ini kesembuhan dan kesehatan abadi yang kau tunggu
Aku yakin, Dia pasti akan menuntunmu
Tepat seperti harapmu hari itu
Selamat jalan sahabat,
Engkau telah lulus melewati semuanya
Kelak kita akan bertemu dan bernyanyi bersama lagi
Semoga Allah selalu bersamamu…
-12th December 2008-
(in memoriam of Olla Olifia, BPS Pms&N 2007- SR Retail Region V Surabaya)
Hati seluruh BPS Pms & Niaga 2007 dirundung duka
Terlebih lagi hatiku…
Hanya air mata dan doa yang terus mengalir dari bibirku
Tepat hari itu, Jum’at 12 Desember 2008 dia pergi untuk selamanya…
Setahun lebih aku mengenalnya, bahkan berteman baik selama kami di Semarang
Dia adalah salah satu sahabat terbaikku
Cukup lama aku tidak bertemu dengannya,
Dan aku tidak pernah menyangka pertemuanku saat itu adalah pertemuan terakhir
Pagi itu kulihat ia terbaring lemah di ranjangnya
Lengkap dengan infus di tangan kiri dan masker oksigen di wajahnya
Tidak sempat kutanya apa yang dirasakannya
Aku hanya bisa bercerita ringan sembari mengelus rambutnya agar dia tersenyum
Dan berharap agar ia lekas pulih
Tapi mungkin Sang Illahi berkehendak lain,
Lepas waktu sholat Magrib dan setelah ia bertemu dengan seluruh sanak familinya
Seolah ia ingin bepamitan dengan semuanya
Ia pun pergi…
Yang terngiang-ngiang di otakku hanyalah tawa lebarnya
Suara riangnya setiap kami bernyanyi lagu Maliq dan Michael Buble
Segala celotehan bak seorang ibu bagi putra putrinya
Ini jawaban dari segala doamu,
Ini kesembuhan dan kesehatan abadi yang kau tunggu
Aku yakin, Dia pasti akan menuntunmu
Tepat seperti harapmu hari itu
Selamat jalan sahabat,
Engkau telah lulus melewati semuanya
Kelak kita akan bertemu dan bernyanyi bersama lagi
Semoga Allah selalu bersamamu…
-12th December 2008-
(in memoriam of Olla Olifia, BPS Pms&N 2007- SR Retail Region V Surabaya)
Subscribe to:
Posts (Atom)