Atas dasar alasan ingin berlibur ke Pulau Dewata namun tiket yang didapat adalah hari Jumat, 26 September 2008, dimana aku masih harus menyelesaikan satu hari kerja dengan pikiran yang sudah melanglang buana ke arah tujuan mudik, maka permintaan induk semang agar aku mencari tempat menginap mau tidak mau harus aku setujui. Di apartemen salah satu sobat karib, aku menghabiskan malamku sebelum keesokan harinya aku melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
Sepertinya Kereta Eksekutif Sembrani yang aku tumpangi adalah satu dari beberapa kereta baru yang dipersiapkan oleh PT KAI untuk arus mudik tahun ini. Lucky Me!! dengan nuansa serba coklat, mulai dari warna kulit tempat duduk, dinding, gorden, bahkan ada stop kontak yang lumayan bermanfaat untuk orang-orang yang perlu men-charge Laptop/HaPe seperti aku.
Singkat cerita, sampai juga aku di Surabaya, dan aku menghabiskan 4 hari disana. Bertemu dan berkumpul dengan teman-teman lama, sanak saudara dan yang pasti orang tua. Keputusan mendadak muncul dari Ayah untuk melanjutkan perjalanan ke Semarang."Tanggung, udah setengah jalan", begitu ujarnya. Akhirnya di hari pertama Lebaran, malamnya kami sekeluarga langsung meluncur ke kota kelahiranku. 2 hari 1 malam kami disana.
Berhubung jadwal kepulanganku tidak bisa diganggu gugat, maka selepas Sholat Jumat kami tancap gas ke Surabaya. Lelah, penat, semua terbayarkan.
Sabtu, 04 Oktober 2008, aku pun memohon pamit kedua orang tuaku, untuk kembali ke Jakarta, kembali ke rutinitas.
Terimakasih untuk senyum kalian,
Terimakasih untuk air mata kalian,
Terimakasih untuk doa kalian...