February 14, 2009

Celetukan macam apa itu?????

Selama dinas satu minggu di Semarang, banting tulang tiap hari sampe jam 9 malem, mantengin laptop, nge-klik nge-klik data, eh… daily progress yang entah diambil dari mana itu malah nunjukkin kalo seolah-olah kami tidak melakukan apa-apa. Status open shipment yang awalnya sekitar 15000 items hari ini menjadi sekitar 10000 items. Otomatis tim SnD Region 2 angkat bicara. Karena status yang kami download pagi tadi sudah turun di seputaran angka 6000 items. Inipun sudah kami kerjakan secara keroyokan. Dan jawaban dari panitia hanya “ya dikerjain secara massal aja, ini saya share datanya, coba di kroscek aja”. Itu pertama.

Tidak lama, ada yang mendekat sambil nyeletuk “ yo opo rek koq jek limang ewu”…

DJ#NC*KKKKKKK!!!!!!

Celetukan pagi ini bikin aku sedikit naik pitam. Maaf. Tapi itu yang aku rasakan. Pengen banget marah, tapi yang keluar dari mulutku cuma celetukan “yaaa…kalo udah dikerjain bareng-bareng, di selesein secara massal, tapi kalo jaringannya putus nyambung dan hanya memungkinkan 5 items per transaksi, kita mau apa?????”

get stuck di semarang yang seharusnya menjadi ajang pulang kampung dan kupikir akan sangat menyenangkan bisa berjumpa dengan sanak famili, tapi ternyata cukup melelahkan otak dan pikiran..

mungkin aku bukan orang yang suka merayakan "hari kasih sayang" bersama orang tersayang, tapi jika disuruh memilih mungkin hari ini aku lebih memilih untuk merayakannya daripada harus di kantor...namun apa daya, dinas dinas dan dinas!!!

Jumat Kelabu

Mendung menyelimuti langit Surabaya
Hati seluruh BPS Pms & Niaga 2007 dirundung duka
Terlebih lagi hatiku…
Hanya air mata dan doa yang terus mengalir dari bibirku
Tepat hari itu, Jum’at 12 Desember 2008 dia pergi untuk selamanya…

Setahun lebih aku mengenalnya, bahkan berteman baik selama kami di Semarang
Dia adalah salah satu sahabat terbaikku
Cukup lama aku tidak bertemu dengannya,
Dan aku tidak pernah menyangka pertemuanku saat itu adalah pertemuan terakhir

Pagi itu kulihat ia terbaring lemah di ranjangnya
Lengkap dengan infus di tangan kiri dan masker oksigen di wajahnya
Tidak sempat kutanya apa yang dirasakannya
Aku hanya bisa bercerita ringan sembari mengelus rambutnya agar dia tersenyum
Dan berharap agar ia lekas pulih

Tapi mungkin Sang Illahi berkehendak lain,
Lepas waktu sholat Magrib dan setelah ia bertemu dengan seluruh sanak familinya
Seolah ia ingin bepamitan dengan semuanya
Ia pun pergi…

Yang terngiang-ngiang di otakku hanyalah tawa lebarnya
Suara riangnya setiap kami bernyanyi lagu Maliq dan Michael Buble
Segala celotehan bak seorang ibu bagi putra putrinya

Ini jawaban dari segala doamu,
Ini kesembuhan dan kesehatan abadi yang kau tunggu
Aku yakin, Dia pasti akan menuntunmu
Tepat seperti harapmu hari itu

Selamat jalan sahabat,
Engkau telah lulus melewati semuanya
Kelak kita akan bertemu dan bernyanyi bersama lagi

Semoga Allah selalu bersamamu…

-12th December 2008-
(in memoriam of Olla Olifia, BPS Pms&N 2007- SR Retail Region V Surabaya)