Kemarin seorang anak berusia 5 tahun tiba pada suatu titik menginfaqkan seluruh uang nya. Yg didapatnya dr hasil hadiah dr orang2 yg dikunjunginya/silaturahim.
Ketika ditanya,
A: "uangnya nanti habis dong?"
B: "kan nanti di ganti sama Allah" begitulah jawabnya.
Yang dibahas disini bukanlah tentang anak tersebut. Namun yang lebih menarik adalah bagaimana jawaban anak tsb. Jawaban penuh keyakinan, penuh cita rasa iman, iman kepada sesuatu yg ghaib, iman kepada Allah, iman kepada janji Allah, iman kepada hari akhir, iman kepada Qada dan Qadar Allah, iman kepada Akhirat, surga neraka, dst meluncur dari bibir mungil anak berusia 5tahun tsb.
Jawaban padat penuh makna itu kadang membuat malu sebagian orang dewasa seperti kita. Yang seringkali berpikir berkali kali sebelum menginfaqkan hartanya. Atau mungkin menginfaqkan harta, namun hanya dr sisa2 kebutuhan saja, infaq bukan merupakan prioritas utama.
Peradaban saat ini meyakini bahwa anak2 jangan diberikan sesuatu yg abstrak, namun harus dijelaskan sesuatu yg riil saja, yang nyatadan bs di indra saja. Namun, ternyata iman kepada hal2 ghaib seperti yg disebutkan di atas malah terbukti mejaga fitrah anak. Menumbuhkan akhlak yg baik pada diri anak.
Saya sangat yakin bahwa ayah dan ibu anak tersebut pasti tengah bekerja keras dari hari ke hari terus menyemai benih2 iman di dadanya, memupuk benih2 iman tersebut hingga imannya tumbuh dan kelak semoga tetap menghujam di dada si anak.
Iman itulah pondasi terkuat. Disaat ayah ibunya tak bs bersamanya 24jam, namun ia merasa Allah selalu bersamanya.
Iman itulah pondasi terkuat. Disaat ayah ibunya tak bs terus mengawasinya, namun ia merasa Allah tetap selalu mengawasinya.
Iman itulah pondasi terkuat. Disaat ayah ibunya tak bs selalu mengabulkan permintaannya, namun ia yakin bahwa Allah mengabulkan doa2nya dan mencukupi segala kebutuhannya.
Iman itulah pondasi terkuat. Disaat ayah ibunya tak bs selalu menjaganya, namun ia mengimani Allah akan terus menjaganya.
Iman itulah pondasi terkuat, yang bisa jd membuatnya dapat mengantarkan ayah ibunya, anak2 keturunannya, berkumpul di surgaNYA Allah SWT.
#YaRabbiBimbinglahKami
Ahad, 25 Ramadhan 1436H
dicopy dari postingan temen : http://wp.me/p6jscE-1l