Seperempat abad
Kulalui jalan setapak ini dengan penuh batu kerikil
Setiap kutemukan batu besar disepanjang perjalananku,
Aku angkat sekuat tenaga untuk menyingkirkannya,
Tidak hanya agar aku tidak terantuk karenanya
Tapi juga agar gerobakku tidak jatuh terguling
Seperempat abad
Kulalui jalan setapak ini dengan terpaan angin kencang
Aku mencoba berlindung di balik pohon besar
Agar badan kecilku dan gerobak kayuku tidak terbawa angin
Seperempat abad
Sepanjang perjalananku, aku menemukanmu
Yang kemudian ikut berjalan bersamaku
Malam ini ingin kuberbagi kebahagiaanku
Tapi mungkin kau terlalu lelah berjalan hari ini
Hingga tak lagi kulihat pancaran semangatmu
Entah atas nama sebuah penghormatan
Kau pun akhirnya memilih menemaniku daripada beristirahat
Alih-alih bercengkerama segala omong kosong
Yang tanpa kusadari menyakitkanmu
Mungkin seharusnya cukup kurenungi sendiri
Sudah cukup baikkah aku selama ini
Terimakasih untuk semua doa dan dukunganmu
Kesabaran dan perhatianmu
Seperempat abadku, semoga aku semakin ikhlas dalam segala hal.
(actually written on 7th August 2008 23:59)