July 25, 2008

Nyawa Kalian 13 ???

Seringnya ngebaca berita di koran atau mendengar cerita orang-orang tentang banyaknya kejadian kecelakaan tertabrak Bus Trans-J di Jakarta,
pada awalnya bikin
aku mungkin sedikit kesal dengan kelakuan para sopir yang memang setauku cukup kencang mengendalikan laju Bus. 
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, toh mereka memiliki jalurnya sendiri yang katanya tidak boleh dilalui kendaraan lain kecuali sedang macet dan memang tidak disarankan juga bagi pejalan kaki untuk menyeberang di jalur Bus Trans-J, jadi wajar sajalah mereka menaikkan laju kecepatan busnya. Bahkan jembatan penyeberangan pun sudah dibangun 
dengan cukup nyaman
untuk mengakomodir kebutuhan para pejalan kaki.  


Namun tidak seperti pada siang itu. 

Entah karena takut ketinggalan bus, atau ia harus terburu-buru menuju ke suatu tempat, seorang ibu lebih memilih mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang di jalur bus dengan kantong belanjaan di kanan kiri daripada sedikit berjalan 2 meter ke arah jembatan penyeberangan.

Lain lagi di pagi hari.

Sejalan dengan jalurku berangkat kerja yang selalu kutempuh dengan jalan 
kaki, 
aku sering sekali memperhatikan beberapa polisi cilik, 
alias anak-anak SD mungkin kelas 5-6 yang bergantian 
bertugas menyeberangkan teman atau guru mereka.
Memang sekolah mereka jauh dari yang namanya jembatan penyeberangan. 
Tapi, sekali lagi nih, ada zebra cross 3 meter dari pintu gerbang.
Yang terjadi adalah, mereka menyeberangkan teman atau guru mereka tepat di depan pintu gerbang sekolahan tanpa memperdulikan zebra cross yang ada.

Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab semisal terjadi kecelakaan (lagi)?

Sebegitu beratkah melangkahkan kaki 1-2 meter saja menuju zebra cross atau jembatan penyeberangan demi keselamatan diri sendiri?


Mungkin mereka pikir nyawa manusia ada 13.