Lying here with you
Listening to the rain
Smiling just to see the smile upon your face
These are the moments I thank God that I'm alive
These are the moments I'll remember all my life
I found all I've waited for
And I could not ask for more
Looking in your eyes
Seeing all I need
Everything you are is everything to me
These are the moments
I know heaven must exist
These are the moments I know all I need is this
I have all I've waited for
And I could not ask for more
I could not ask for more than this time together
I could not ask for more than this time with you
Every prayer has been answered
Every dream I have's come true
And right here in this moment is right where I'm meant to be
Here with you here with me
These are the moments I thank God that I'm alive
These are the moments I'll remember all my life
I've got all I've waited for
And I could not ask for more
"it was a great pleasure to have a holiday trip with you..."
May 20, 2007
May 12, 2007
soerabaia
surabaya...domisili terakhir sebelum semua ini berubah,
5 tahun gw jalanin hidup gw disana, bergelut sama tugas kuliah, TA, kerjaan parttime, kehidupan malam, hmmmh...it's like second home for me.
surabaya...tempat gw bertarung ngelawan pahitnya kenyataan hidup, manisnya cinta, dan indahnya persahabatan...
gw kangen sama suasana surabaya yang panas dan sarat dengan orang-orang berbahasa keras,
gw kangen sama suasana surabaya di waktu malam minggu yang penuh gairah muda di sepanjang jalan basuki rahmat dengan berbagai macam gaya modifikasi mobilnya,
gw kangen sama suasana surabaya di sudut-sudut kota di jalan irian barat, jalan jarak, belakang plaza surabaya, yang temaram dengan berbagai kehidupan bergejolak disekitarnya...
juice jumbo ria purnama,
sego kucing cak miskun,
kya-kya c-walk,
ice cream zangrandi,
capcay hotel santika,
pecel pucang,
bebek goreng trimurti,
hhmmmm...yummieeee.....
gw nemu cinta gw disana,
tapi juga sekaligus kehilangan...
gw nemu temen sehati dan sejiwa disana,
gw nemu keluarga baru yang gw cinta disana,
city surf,house of sampoerna,
they all my family...
gw kangen surabaya...
bawa gw kesana walau hanya sedetik saja,
bawa gw kesana untuk menemuinya,
untuk melihat matahari di surabaya
5 tahun gw jalanin hidup gw disana, bergelut sama tugas kuliah, TA, kerjaan parttime, kehidupan malam, hmmmh...it's like second home for me.
surabaya...tempat gw bertarung ngelawan pahitnya kenyataan hidup, manisnya cinta, dan indahnya persahabatan...
gw kangen sama suasana surabaya yang panas dan sarat dengan orang-orang berbahasa keras,
gw kangen sama suasana surabaya di waktu malam minggu yang penuh gairah muda di sepanjang jalan basuki rahmat dengan berbagai macam gaya modifikasi mobilnya,
gw kangen sama suasana surabaya di sudut-sudut kota di jalan irian barat, jalan jarak, belakang plaza surabaya, yang temaram dengan berbagai kehidupan bergejolak disekitarnya...
juice jumbo ria purnama,
sego kucing cak miskun,
kya-kya c-walk,
ice cream zangrandi,
capcay hotel santika,
pecel pucang,
bebek goreng trimurti,
hhmmmm...yummieeee.....
gw nemu cinta gw disana,
tapi juga sekaligus kehilangan...
gw nemu temen sehati dan sejiwa disana,
gw nemu keluarga baru yang gw cinta disana,
city surf,house of sampoerna,
they all my family...
gw kangen surabaya...
bawa gw kesana walau hanya sedetik saja,
bawa gw kesana untuk menemuinya,
untuk melihat matahari di surabaya
May 05, 2007
Grow old with you
I wanna make you smile whenever you're sad
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you
I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you
I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let you hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed when you've had too much to drink
Oh I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you
I'll get your medicine when your tummy aches
Build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growing old with you
I'll miss you
Kiss you
Give you my coat when you are cold
Need you
Feed you
Even let you hold the remote control
So let me do the dishes in our kitchen sink
Put you to bed when you've had too much to drink
Oh I could be the man who grows old with you
I wanna grow old with you
May 01, 2007
declare your love before it's too late
Ijinkan aku mencinta
Ijinkan aku menyayang
Ijinkan aku berbagi rasa yang kupunya
Aku tahu, aku sadar, aku mengerti
Ini mungkin hanya sekejap
Seperti sore yang mengantar matahari kembali ke peraduan
Seperti kuncup bunga melati yang mulai mengembang
Seperti pelangi yang selalu muncul di ujung penghujan,
dan hilang dengan segera ketika matahari bersinar terang,
Cepat sekali...
Selagi kupunya waktu,
Selagi kubisa bermimpi,
Selagi kumampu berbagi,
Ku ingin kau tahu,
Aku ingin menyayangmu lebih dari siapapun...
Ijinkan aku menyayang
Ijinkan aku berbagi rasa yang kupunya
Aku tahu, aku sadar, aku mengerti
Ini mungkin hanya sekejap
Seperti sore yang mengantar matahari kembali ke peraduan
Seperti kuncup bunga melati yang mulai mengembang
Seperti pelangi yang selalu muncul di ujung penghujan,
dan hilang dengan segera ketika matahari bersinar terang,
Cepat sekali...
Selagi kupunya waktu,
Selagi kubisa bermimpi,
Selagi kumampu berbagi,
Ku ingin kau tahu,
Aku ingin menyayangmu lebih dari siapapun...
April 30, 2007
lima ribu perak
Ditengah kesibukan kantor yang menggila di hari Senin, aku terpaku pada sebuah email yang masuk. Ada kejanggalan ketika membacanya. Ada kelelahan tersendiri ketika mencerna apa yang tertulis disana. Fenomena yang aneh aku rasa. Ketika semua orang masih banyak yang terpuruk dalam ketidakberdayaan masalah ekonomi, sosial, pengangguran, pendidikan, yang semakin lama semakin tidak menentu kemana akhirnya, masih saja ada orang yang tidak bisa bersyukur dengan apa yang didapat selama ini. Bagi beberapa orang yang sangat memperhitungkan jumlah uang saku yang mereka dapat setiap bulannya, 3 juta tanpa 5000 perak tidak akan pernah menjadi 3 juta. Alasannya dipotong biaya transfer. Apalagi jika dikalikan jumlah orang yang lumayan banyak, anggaplah 450 orang, mmm...jadi kira-kira 2,25 juta, well eniwey... intinya masih ada beberapa orang yang masih menganggap uang 5000 itu menjadi suatu keharusan untuk dimiliki mereka. Bahkan aku sempat membaca bahwa masalah ini akan dibawa ke rapat siang ini. Aaaargh!!!!
Kapan sih mereka bisa belajar untuk mengikhlaskan hal-hal kecil seperti itu. Kapan sih mereka bisa berpikir untuk memberikan uang itu pada yang lebih pantas, bukan malah protes demi diri mereka sendiri. Kapan sih mereka bisa sedikit menundukkan kepala dan melihat masih banyak orang lain yang lebih tidak beruntung dari mereka. Kapan sih mereka bisa sedikit memiliki rasa terima kasih atas segala yang lebih banyak yang sudah mereka terima. Kapan sih mereka bisa membuka kaca mobil dan melihat di tiap pojokan lampu merah masih banyak anak-anak kecil yang terpaksa kehilangan saat-saat bermain dan berguraunya dengan boneka dan rumah-rumahan karena harus bernyanyi semampu mereka demi uang yang bahkan bukan 5000, tapi 100 perak...Kapan sih mereka bisa menengadahkan kepala dan berucap ”Alhamdulillah...” pada yang Maha Kuasa.................
Mungkin ini berlebihan, mungkin ini terlalu dibesar-besarkan. Tapi ini yang aku dan beberapa orang rasa. Kenapa sebagian orang mulai tidak peduli dengan sesama dan sangat individu hanya karena uang 5000 perak...
Kapan sih mereka bisa belajar untuk mengikhlaskan hal-hal kecil seperti itu. Kapan sih mereka bisa berpikir untuk memberikan uang itu pada yang lebih pantas, bukan malah protes demi diri mereka sendiri. Kapan sih mereka bisa sedikit menundukkan kepala dan melihat masih banyak orang lain yang lebih tidak beruntung dari mereka. Kapan sih mereka bisa sedikit memiliki rasa terima kasih atas segala yang lebih banyak yang sudah mereka terima. Kapan sih mereka bisa membuka kaca mobil dan melihat di tiap pojokan lampu merah masih banyak anak-anak kecil yang terpaksa kehilangan saat-saat bermain dan berguraunya dengan boneka dan rumah-rumahan karena harus bernyanyi semampu mereka demi uang yang bahkan bukan 5000, tapi 100 perak...Kapan sih mereka bisa menengadahkan kepala dan berucap ”Alhamdulillah...” pada yang Maha Kuasa.................
Mungkin ini berlebihan, mungkin ini terlalu dibesar-besarkan. Tapi ini yang aku dan beberapa orang rasa. Kenapa sebagian orang mulai tidak peduli dengan sesama dan sangat individu hanya karena uang 5000 perak...
April 20, 2007
K A N G E N . . .
Ketika rasa itu datang menyeruak,
Menyesakkan dada dan membuatku sesak nafas,
Dan tak ada satupun yang bisa membuatku sedikit tenang,
Hanya ada sepenggal lagu lama duo edan yang cukup mewakili perasaanku,
"Gue ingin malam ini loe ada disini,
Temani gue yang goyah srasa tak berarti
Gue ingin loe rasakan galau hati ini,
Hingga gue dapat rasakan indahnya hidup ini"
Menyesakkan dada dan membuatku sesak nafas,
Dan tak ada satupun yang bisa membuatku sedikit tenang,
Hanya ada sepenggal lagu lama duo edan yang cukup mewakili perasaanku,
"Gue ingin malam ini loe ada disini,
Temani gue yang goyah srasa tak berarti
Gue ingin loe rasakan galau hati ini,
Hingga gue dapat rasakan indahnya hidup ini"
Subscribe to:
Posts (Atom)