Seperempat abad
Kulalui jalan setapak ini dengan penuh batu kerikil
Setiap kutemukan batu besar disepanjang perjalananku,
Aku angkat sekuat tenaga untuk menyingkirkannya,
Tidak hanya agar aku tidak terantuk karenanya
Tapi juga agar gerobakku tidak jatuh terguling
Seperempat abad
Kulalui jalan setapak ini dengan terpaan angin kencang
Aku mencoba berlindung di balik pohon besar
Agar badan kecilku dan gerobak kayuku tidak terbawa angin
Seperempat abad
Sepanjang perjalananku, aku menemukanmu
Yang kemudian ikut berjalan bersamaku
Malam ini ingin kuberbagi kebahagiaanku
Tapi mungkin kau terlalu lelah berjalan hari ini
Hingga tak lagi kulihat pancaran semangatmu
Entah atas nama sebuah penghormatan
Kau pun akhirnya memilih menemaniku daripada beristirahat
Alih-alih bercengkerama segala omong kosong
Yang tanpa kusadari menyakitkanmu
Mungkin seharusnya cukup kurenungi sendiri
Sudah cukup baikkah aku selama ini
Terimakasih untuk semua doa dan dukunganmu
Kesabaran dan perhatianmu
Seperempat abadku, semoga aku semakin ikhlas dalam segala hal.
(actually written on 7th August 2008 23:59)
August 08, 2008
July 25, 2008
Nyawa Kalian 13 ???
Seringnya ngebaca berita di koran atau mendengar cerita orang-orang tentang banyaknya kejadian kecelakaan tertabrak Bus Trans-J di Jakarta,
pada awalnya bikin aku mungkin sedikit kesal dengan kelakuan para sopir yang memang setauku cukup kencang mengendalikan laju Bus.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, toh mereka memiliki jalurnya sendiri yang katanya tidak boleh dilalui kendaraan lain kecuali sedang macet dan memang tidak disarankan juga bagi pejalan kaki untuk menyeberang di jalur Bus Trans-J, jadi wajar sajalah mereka menaikkan laju kecepatan busnya. Bahkan jembatan penyeberangan pun sudah dibangun
dengan cukup nyaman untuk mengakomodir kebutuhan para pejalan kaki.
Namun tidak seperti pada siang itu.
Entah karena takut ketinggalan bus, atau ia harus terburu-buru menuju ke suatu tempat, seorang ibu lebih memilih mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang di jalur bus dengan kantong belanjaan di kanan kiri daripada sedikit berjalan 2 meter ke arah jembatan penyeberangan.
pada awalnya bikin aku mungkin sedikit kesal dengan kelakuan para sopir yang memang setauku cukup kencang mengendalikan laju Bus.
Tapi setelah dipikir-pikir lagi, toh mereka memiliki jalurnya sendiri yang katanya tidak boleh dilalui kendaraan lain kecuali sedang macet dan memang tidak disarankan juga bagi pejalan kaki untuk menyeberang di jalur Bus Trans-J, jadi wajar sajalah mereka menaikkan laju kecepatan busnya. Bahkan jembatan penyeberangan pun sudah dibangun
dengan cukup nyaman untuk mengakomodir kebutuhan para pejalan kaki.
Namun tidak seperti pada siang itu.
Entah karena takut ketinggalan bus, atau ia harus terburu-buru menuju ke suatu tempat, seorang ibu lebih memilih mempertaruhkan nyawanya untuk menyeberang di jalur bus dengan kantong belanjaan di kanan kiri daripada sedikit berjalan 2 meter ke arah jembatan penyeberangan.
Lain lagi di pagi hari.
Sejalan dengan jalurku berangkat kerja yang selalu kutempuh dengan jalan
kaki, aku sering sekali memperhatikan beberapa polisi cilik,
alias anak-anak SD mungkin kelas 5-6 yang bergantian
bertugas menyeberangkan teman atau guru mereka.
Memang sekolah mereka jauh dari yang namanya jembatan penyeberangan.
Tapi, sekali lagi nih, ada zebra cross 3 meter dari pintu gerbang. Yang terjadi adalah, mereka menyeberangkan teman atau guru mereka tepat di depan pintu gerbang sekolahan tanpa memperdulikan zebra cross yang ada.
Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab semisal terjadi kecelakaan (lagi)?
Sebegitu beratkah melangkahkan kaki 1-2 meter saja menuju zebra cross atau jembatan penyeberangan demi keselamatan diri sendiri?
Sejalan dengan jalurku berangkat kerja yang selalu kutempuh dengan jalan
kaki, aku sering sekali memperhatikan beberapa polisi cilik,
alias anak-anak SD mungkin kelas 5-6 yang bergantian
bertugas menyeberangkan teman atau guru mereka.
Memang sekolah mereka jauh dari yang namanya jembatan penyeberangan.
Tapi, sekali lagi nih, ada zebra cross 3 meter dari pintu gerbang. Yang terjadi adalah, mereka menyeberangkan teman atau guru mereka tepat di depan pintu gerbang sekolahan tanpa memperdulikan zebra cross yang ada.
Kalau sudah begini siapa yang harus bertanggungjawab semisal terjadi kecelakaan (lagi)?
Sebegitu beratkah melangkahkan kaki 1-2 meter saja menuju zebra cross atau jembatan penyeberangan demi keselamatan diri sendiri?
Mungkin mereka pikir nyawa manusia ada 13.
June 10, 2008
where will i be
sepertinya gw mulai tertantang dengan beberapa pilihan belakangan ini. Mau ke lokasi yang di Jakarta ato mendekat ke Orang tua? hmmmm....deg-deg-an pastinya...kalo gw di jakarta gw masih bisa dan pengen belajar banyak dari atasan gw, secara dia juga bakal dipindah ke lokasi yang sama. Lagipula JAKARTA, a barometer of everything...but, i also got an offer to get closer to my home sweet home, BALI.
Belum lagi selesai memutuskan untuk memilih yang mana, tiba-tiba ada tawaran yang lebih menarik lagi, ikutan dalam tim "Pertamina Way Depot", which is in 2008, there'll be 4 nominees, 2 depos in Java island
and the other 2 are in Sumatra Island, and in next 2-3 years, over and over we'll visit all depos in all over Indonesia.
Wooohoooo....get ready for a long journey girl!!!
Tapi, ntahlah, just hope for the best and prepare for the worst..Karena seperti yang orang sering bilang "Kita adalah bidak catur yang mau ga mau harus siap dimanapun berada"
Belum lagi selesai memutuskan untuk memilih yang mana, tiba-tiba ada tawaran yang lebih menarik lagi, ikutan dalam tim "Pertamina Way Depot", which is in 2008, there'll be 4 nominees, 2 depos in Java island
and the other 2 are in Sumatra Island, and in next 2-3 years, over and over we'll visit all depos in all over Indonesia.
Wooohoooo....get ready for a long journey girl!!!
Tapi, ntahlah, just hope for the best and prepare for the worst..Karena seperti yang orang sering bilang "Kita adalah bidak catur yang mau ga mau harus siap dimanapun berada"
May 29, 2008
whooaaa
tik tok tik tok tik tok...
time goes by...
2.12 am i'm lying on my bed dunno what to do...
trying hard to sleep
but all i can do is just start to count the sheep...
time goes by...
2.12 am i'm lying on my bed dunno what to do...
trying hard to sleep
but all i can do is just start to count the sheep...
May 11, 2008
what if..
semua bertanya. entah berharap atau sekedar basa basi. pertanyaan yang sama setiap saat.
aku pun menjawab dengan jawaban yang selalu sama. "tidak dalam waktu dekat ini".
ada yang berujar jangan kelamaan, ntar ketuaan, jangan keenakan cari duit, jangan banyak milih-milih, dan segala macam pembelaan diri mereka atas sanggahan dari jawabanku.
nothing's wrong with that. semua sanggahan itu benar adanya. tapi terkadang ingin rasanya aku bertanya kepada mereka,
seandainya mereka berada di posisiku,
seorang anak tunggal yang mau tidak mau harus meringankan beban orang tuanya ketika orang tuanya have nothing to do and maybe don't know what to do to continue their life,
seorang anak yang sangat diharapkan bisa tetap bekerja di perusahaan 'sapi perah' nasional,
seorang anak yang tidak bisa menolak dorongan kata hati untuk menyayangi teman seperjuangan meskipun dengan resiko perusahaan yang cukup menguras otak,
seandainya mereka berada di posisiku,
mampukah bersikap egois untuk memikirkan masa depan rumah tangga yang ingin dijalani bersama sang terkasih?
aku hanya tak mampu bertanya...
aku pun menjawab dengan jawaban yang selalu sama. "tidak dalam waktu dekat ini".
ada yang berujar jangan kelamaan, ntar ketuaan, jangan keenakan cari duit, jangan banyak milih-milih, dan segala macam pembelaan diri mereka atas sanggahan dari jawabanku.
nothing's wrong with that. semua sanggahan itu benar adanya. tapi terkadang ingin rasanya aku bertanya kepada mereka,
seandainya mereka berada di posisiku,
seorang anak tunggal yang mau tidak mau harus meringankan beban orang tuanya ketika orang tuanya have nothing to do and maybe don't know what to do to continue their life,
seorang anak yang sangat diharapkan bisa tetap bekerja di perusahaan 'sapi perah' nasional,
seorang anak yang tidak bisa menolak dorongan kata hati untuk menyayangi teman seperjuangan meskipun dengan resiko perusahaan yang cukup menguras otak,
seandainya mereka berada di posisiku,
mampukah bersikap egois untuk memikirkan masa depan rumah tangga yang ingin dijalani bersama sang terkasih?
aku hanya tak mampu bertanya...
stop it please...
Habis gw ngebaca blog salah satu temen gw, gw makin gerah. Belakangan gw cukup capek untuk dinas keluar kota yang bisa dibilang lumayan sering. Meskipun Bandung merupakan kota yang cukup diminati untuk melepas stress, ngga' buat gw, karena gw dateng kesana membawa stress!!
Setiap pulang, bukan kesegaran tubuh dan pikiran yg gw dapet, tapi lelah berkepanjangan ngerasain kerjaan yang ga ada habisnya...
Di satu sisi, senang rasanya menjadi andalan oleh rekan kerja, dianggap mampu, tapi lama-lama kenapa semua pekerjaan seolah makin kencang berlari berkejaran saling berebut perhatian gw..??
weekdays yang dihabiskan untuk dinas, berharap weekend tidak berlalu begitu cepat,
namun terpaksa dipenuhi dengan pekerjaan yang harus segera diselesaikan..
Ya Allah...maafkan hambaMu yang ga punya rasa bersyukur atas semua karunia yang Kau berikan.
I just need a break...
Setiap pulang, bukan kesegaran tubuh dan pikiran yg gw dapet, tapi lelah berkepanjangan ngerasain kerjaan yang ga ada habisnya...
Di satu sisi, senang rasanya menjadi andalan oleh rekan kerja, dianggap mampu, tapi lama-lama kenapa semua pekerjaan seolah makin kencang berlari berkejaran saling berebut perhatian gw..??
weekdays yang dihabiskan untuk dinas, berharap weekend tidak berlalu begitu cepat,
namun terpaksa dipenuhi dengan pekerjaan yang harus segera diselesaikan..
Ya Allah...maafkan hambaMu yang ga punya rasa bersyukur atas semua karunia yang Kau berikan.
I just need a break...
Subscribe to:
Posts (Atom)