June 18, 2012

Bogor Trip

Hai. Saya Thika, si empunya blog yang sudah lama tak terjamah ini. Bukan karena tidak ada cerita menarik, justru karena terlalu banyak cerita menarik yang ingin diceritakan akhirnya malah berhenti di memori otak saja. Biarlah saya simpan memori indah itu di hati dan otak saya saja *cuih. Sebagai gantinya saya mau cerita hasil perjalanan singkat saya saat libur Paskah lalu ke Bogor. Oke?

Berhubung saya sedang berbadan dua dan hari libur suami yang agak susah disamakan dengan saya, maka liburan kali ini saya memutuskan untuk jalan-jalan ke kota Bogor. Alasannya? Dekat, tidak perlu menginap dan murah.

Setelah browsing sana sini, ditambah dengan sedikit merajuk teman lama saya yang kebetulan sedang berlibur ke Ibukota, maka kami sepakat bertemu di Stasiun Gambir jam 09.00 untuk berangkat ke Bogor dengan menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) sekitar jam 09.00 – 09.30. Namun karena satu dan lain hal (sebenarnya cuma satu hal sih, teman saya salah ambil jurusan Transjakarta :p ) akhirnya kami baru naik KRL jam 10.00. Ini pengalaman pertama kami naik KRL Jabodetabek. Lucu juga rasanya. Awalnya sepi dan tenang, tiba-tiba di suatu stasiun entah di daerah mana, serombongan ibu-ibu membawa anak menyeruak masuk layaknya serangan lebah.
 
:: Tiket KRL Jakarta - Bogor Rp. 7000,-::

Perjalanan yang kami tempuh sekitar 1 jam, setibanya di Stasiun Bogor kami langsung disambut abang-abang tukang asinan dan toge goreng. Dengan berbekal informasi dari temannya teman, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan angkot 03 (Jur. Bubulak – Baranangsiang), dan turun di Taman Kencana. Taman itu sih ga ada apa-apanya, cuma daerah sekitar situ yang menggoda. Karena isinya tempat makan semua :D (sooo tempting apalagi buat bumil seperti saya ini). Inilah beberapa tempat yang kami kunjungi :

1. Pizza Bakar Kedai Kita

Tempat ini terletak di Jl. Pangrango, suasananya terasa seperti rumah. Menu favoritnya adalah Pizza Bakar dan Mie Hot Plate. Berhubung kami sudah cukup lapar, dan tergoda melihat keju mozzarella yang ada di atas Pizza, maka kami memesan 1 porsi Pizza Bakar BBQ Smoked Beef dan 2 air mineral. Katanya lapar, koq cuma pesan 1? Hahahha…itu trik kami untuk mencicipi menu di kunjungan kami selanjutnya.
 

:: Pizza Bakar Smoked Beef (udah tinggal 1/2 :D) ::

:: Pizza Bakar Kedai Kita ::

 2. Pia Apple Pie
Ternyata Pia Apple Pie ini lokasinya hanya berseberangan dengan Pizza Bakar. Maka usai menyantap pizza dan menyempatkan diri untuk sholat kami pun berkunjung ke seberang. Sayangnya pie yang berukuran kecil sudah sold out, jadi kami tidak bisa mencoba di tempat. Akhirnya daripada penasaran, saya pun membeli oleh-oleh blueberry pie isi 10 bungkus ukuran kecil.
 

:: Blueberry Pie ::

3. Death by Chocolate

Dari Apple Pie kami mencoba menyusuri Jl. Pangrango kemudian menyeberang ke Jl. Ceremai Ujung untuk menuju tujuan selanjutnya yaitu toko cokelat. Ternyata lokasinya tidak seperti yang digambarkan di peta. Ini pelajaran penting. Perhatikan skala peta itu berapa perbandingannya. Kami harus berjalan sekitar 1 KM dengan kanan kiri seperti hutan bambu. Hahhaha, sempat jiper juga sih, tapi demi mencoba cokelat yang katanya beken itu ya sudahlah..untung kami berbekal botol minum. Setelah tiba disana, tidak seperti 2 tempat sebelumnya, tempat ini cenderung sepi. Entah kami dateng di jam yang salah atau apa. Tapi lagi-lagi kami dikecewakan dengan tidak adanya porsi kecil untuk dicoba. Akhirnya kami pun membeli snack choco bar yang kami cemil sambil duduk-duduk di kursi luar resto untuk melepas lelah. Karena tidak ingin mengulang kebodohan semula maka kami memutuskan untuk naik angkot sajalah sebagai sarana transport kembali ke Jl. Pajajaran (jalan Utama tempat kami turun dari angkot yang pertama kali). Tapi menurut waitress di resto tersebut, tidak ada angkot yang berlawanan arus, artinya kami harus naik angkot lain dulu untuk kemudian memutar nantinya.


Kami pun memilih angkot 08 Jur.Ramayana – Warung Jambu (satu-satunya angkot yang lewat plus hujan mulai turun, maklum kota hujan). Di dalam angkot kami mencoba bertanya ke penumpang lain, ternyata untuk menuju Jl. Pajajaran kami harus ganti angkot lagi nantinya, alamaaaakk…akhirnya kami pun turun di daerah Warung Jambu kemudian pindah angkot 09 Jur. Warung Jambu – Pajajaran.

4. Macaroni Panggang


Setelah berteduh sebentar karena hujan deras, akhirnya kami pun sampai di resto Macaroni Panggang, resto ini cukup ramai apalagi hari libur seperti kemarin. Berhubung porsi kecil untuk macaroni panggang maupun lasagna gulung sudah habis semua (saya heran kenapa mereka tidak memperbanyak stock untuk porsi kecil ya..pasti semua orang kan ingin makan di tempat, huh)..kami pun akhirnya mencicipi Connelloni Ayam. Isinya daging ayam, jagung manis, di tutup dengan lapisan keju yang biasa digunakan untuk lasagna. Cukup nikmat dimakan apalagi saat dingin-dingin habis turun hujan.


:: Lasagna Gulung ::
Dan akhirnya kami pun memutuskan untuk mengakhiri perjalanan kami karena jam sudah menunjukkan jam 15.00. kami pun kembali naik angkot ke stasiun dan bersiap kembali ke Jakarta dengan KRL jam 16.00. Perut kenyang, hati senang.

June 15, 2012

Anakku naburju

Somehow, this song looks like represent my life journey..and i love it, it's a beautiful song, from parents to their childrens..

Anakku naburju, Anak hasianku Anakku nalagu
(Anakku yang baik, anakku sayang)
Ingot do ho amang Di akka podani Na tua tuami
(Kau sangat mengingat semua nasehat orang tuamu)


Dung hu parbohat ho, Na marsikkolai Tu luat nadao i amang
(setelah kau kuberangkatkan untuk bersekolah ketempat yang sangat jauh anakku)
Benget do ho amang Benget do ho Manaon na dangoli
(kau sangat tekun dan sabar menjalani berbagai penderitaan)
Molo hu ingot do Sude tahe amang Pangalahom na salpui
(Bila kuingat semua tingkah lakumu yang lalu anakku)
Si pata lomos do Natua-tuamon di si habuniani
(Terkadang orang tuamu ini cemas di kesunyian)
Hutangiangkon do Mansai gomos amang Anggiat muba rohami
(Kudoakan, dengan sangat semoga pola pikirmu berubah)
Di jalo do amang Di jalo do Tangiangki amang
(dan Tuhan mengabulkan doaku tersebut anakku)

reff:
Ipe amang Hasianku Anakku naburju
(Begitupun engkau anakku sayang, anakku yang baik)
Pagomos ma Tangiangmi Tu mula jadi naboloni
(Kuatkanlah dalam berdoa kepada Tuhan pencipta yang Maha Besar)
Anggiat ma ture Sude Hamu pinomparhi amang
(Semoga kalian semua keturunanku hidup layak)
Marsiamin aminan Marsitukkol tukkolan Songon suhat di robeani
(Saling mendoakan, saling menopang, seperti Talas di lereng gunung) 

Dung lam dao amang Pangarantoanmi Anak hasianku
(Semakin jauh perantauanmu anakku sayang)
Di haburjuhon ho Doi sude amang Di tano si lebani
(Engkau semakin menekuni semua kegiatanmu di negeri orang)
 

Mauliate ma Tadok tu Tuhani Di naung jinalomi amang
(Kita mengucap syukur kepada Tuhan atas semua yang di berikan kepadamu)
Jumpangmu do amang Jumpangmu do Na jinalahanmi
(Akhirnya engkau mencapai apa yang kau cita2kan)



Back to Reff

February 12, 2012

New Year, New Hope

:: from wikipedia.org ::




a bit late to say Happy New Year...
but there's no late to make a new hope.
May we all have a great years ahead...

September 15, 2011

Cita-cita

Sore hari di salah satu tempat makan di bilangan Serpong :

Anak : aku kenyang mama…*sambil geleng-geleng kepala ga mau buka mulut lagi buat nerima suapan si ibu*

Ibu : ayo donk nak…katanya mau ke toko listrik, kalo maemnya ga abis ga jadi pergi nih..

Anak : *langsung girang, buka mulut, makan dengan lahap*

Ini fenomena yang cukup baru at least buat gw, bahwa anak kecil tidak melulu girang dibawa ke toko mainan. Dan ketika gw tanya si anak usia 3 thn ini kalo udah gedhe mau jadi apa? Dia bilang tukang listrik, Hihihi…

September 14, 2011

Stop Complaining!!

Telingaku semakin jengah setiap mendengar orang-orang ga berhenti untuk complain. Tentang segala hal. Tentang gajinya yang dirasa tak pernah cukup. Tentang kemacetan yang harus dihadapinya setiap pagi dan sore hari. Tentang karirnya yang mandheg. Tentang kecurigaannya kepada rekan kerja atau orang-orang yang bisa punya duit banyak. Jah!

Gaji selevel jabatan Asisten Manager ga cukup? Ya jangan ambil beragam kreditan rumah, apartemen atau mobil demi sebuah gengsi.

Capek menghadapi kemacetan setiap pagi dan sore hari? Ya berangkatlah lebih pagi alih-alih mengantar anak dulu ke sekolah sehingga selalu datang terlambat ke kantor. Atau pakai transportasi umum alih-alih kendaraan pribadi yg juga ikut menyumbang dampak kemacetan yang terjadi.

Stres karena karir mandheg? Yaaa kalo masih pilih-pilih tempat gimana mau dapet kesempatan untuk naik. Semua butuh pengorbanan pak! Kalo bisa naik golongan terus tiap tahun dan selalu ditempatkan di lokasi yang strategis semua orang juga mau.

Orang lain yang level jabatannya lebih rendah tapi punya duit lebih banyak? Yaaa mungkin memang orang itu punya usaha lain, apapun itu, itu hak pribadi mereka lah..

Masih banyak lho orang diluar sana, di kolong jembatan atau di pinggir rel, yang rumahnya cuma dari triplek, yang punya uang cuma buat makan hari ini, soal besok ya liat gimana besok.

Aku bukan mau ngguru-in, sok bijak, atau sikap baik apapun, atau bahkan mengeluh (semoga ini tidak dianggap sebagai keluhanku terhadap orang lain yah :p ). Yang aku tau, Allah juga ga suka sama orang yang senang mengeluh. Karena artinya orang itu ga bersyukur atas apa yang dia punya. Just learn for being grateful of what you have. Itu saja.

September 05, 2011

Rahmatan lil Alamin

Temanya kali ini agak random. Sebenernya berawal dari ke-BT-an gw krn ga bisa nonton untuk kali kedua film sarat makna garapan sutradara muda Indonesia di salah satu stasiun tv swasta. Setelah browsing sana sini ternyata alasannya karena ada salah satu ormas yang meng-atasnama-kan sebuah agama beramai-ramai mendatangi stasiun tv tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan apabila film tersebut tetap ditayangkan.

Gw heran. Kenapa sih harus mengancam? Kenapa sih harus merusak apa yang tidak sesuai dengan prinsip atau nilai-nilai kepercayaan yang menurut mereka benar? Kenapa sih harus meng-atasnama-kan seluruh umat? Aneh.

Jujur gw takut. Dan mungkin beberapa orang juga merasa hal yang sama. Malah mungkin gw lebih takut sama mereka ketimbang pihak berwajib. Kenapa? Karena mereka brutal. Apa itu yang mereka coba sampaikan dan mereka inginkan? Ditakuti? Lantas kemana pihak berwajib yang katanya pelindung masyarakat?? Aneh.

Gimana Negara kita mau maju kalau kita sendiri berpikiran sempit dan menganggap diri selalu yang paling benar? Kenapa mereka ga menggerebek bioskop-bioskop yang justru menayangkan film-film berbau seksual berkedok setan dan hantu? Aneh.

"Film '?' menggambarkan umat Islam itu bengis dan jahat. Ada adegan orang islam merusak restoran China, lalu pendeta ditusuk dan gereja dibom," ujar Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di halaman SCTV Tower, Jl Asia Afrika, Jakarta.- detik.com-

"Kalau ditayangin juga, jangan salahin kita kalau SCTV di-sweeping. Udah jelas itu film liberal," ancamnya.-detik.com-

Lantas apa bedanya gambaran yang mereka sebut-sebut itu dengan mereka yang selalu datang beramai-ramai, berorasi, mengancam, jika tidak didengar atau tidak dituruti lantas merusak dan memporakporandakan apa yang ada tanpa peduli kerugian yang harus ditanggung dan bagaimana nasib orang-orang disitu? Aneh.

Jujur gw malu. Dan mungkin beberapa umat juga. Karena beberapa umat lebih mencintai perdamaian seperti yang selalu diajarkan Rasulullah SAW. Karena Islam adalah Rahmatan lil Alamin..