![]() |
| :: Tiket KRL Jakarta - Bogor Rp. 7000,-:: |
| :: Pizza Bakar Smoked Beef (udah tinggal 1/2 :D) :: |
| :: Pizza Bakar Kedai Kita :: |
![]() |
| :: Tiket KRL Jakarta - Bogor Rp. 7000,-:: |
| :: Pizza Bakar Smoked Beef (udah tinggal 1/2 :D) :: |
| :: Pizza Bakar Kedai Kita :: |
Sore hari di salah satu tempat makan di bilangan Serpong :
Anak : aku kenyang mama…*sambil geleng-geleng kepala ga mau buka mulut lagi buat nerima suapan si ibu*
Ibu : ayo donk nak…katanya mau ke toko listrik, kalo maemnya ga abis ga jadi pergi nih..
Anak : *langsung girang, buka mulut, makan dengan lahap*
Ini fenomena yang cukup baru at least buat gw, bahwa anak kecil tidak melulu girang dibawa ke toko mainan. Dan ketika gw tanya si anak usia 3 thn ini kalo udah gedhe mau jadi apa? Dia bilang tukang listrik, Hihihi…
Telingaku semakin jengah setiap mendengar orang-orang ga berhenti untuk complain. Tentang segala hal. Tentang gajinya yang dirasa tak pernah cukup. Tentang kemacetan yang harus dihadapinya setiap pagi dan sore hari. Tentang karirnya yang mandheg. Tentang kecurigaannya kepada rekan kerja atau orang-orang yang bisa punya duit banyak. Jah!
Gaji selevel jabatan Asisten Manager ga cukup? Ya jangan ambil beragam kreditan rumah, apartemen atau mobil demi sebuah gengsi.
Capek menghadapi kemacetan setiap pagi dan sore hari? Ya berangkatlah lebih pagi alih-alih mengantar anak dulu ke sekolah sehingga selalu datang terlambat ke kantor. Atau pakai transportasi umum alih-alih kendaraan pribadi yg juga ikut menyumbang dampak kemacetan yang terjadi.
Stres karena karir mandheg? Yaaa kalo masih pilih-pilih tempat gimana mau dapet kesempatan untuk naik. Semua butuh pengorbanan pak! Kalo bisa naik golongan terus tiap tahun dan selalu ditempatkan di lokasi yang strategis semua orang juga mau.
Orang lain yang level jabatannya lebih rendah tapi punya duit lebih banyak? Yaaa mungkin memang orang itu punya usaha lain, apapun itu, itu hak pribadi mereka lah..
Masih banyak lho orang diluar sana, di kolong jembatan atau di pinggir rel, yang rumahnya cuma dari triplek, yang punya uang cuma buat makan hari ini, soal besok ya liat gimana besok.
Aku bukan mau ngguru-in, sok bijak, atau sikap baik apapun, atau bahkan mengeluh (semoga ini tidak dianggap sebagai keluhanku terhadap orang lain yah :p ). Yang aku tau, Allah juga ga suka sama orang yang senang mengeluh. Karena artinya orang itu ga bersyukur atas apa yang dia punya. Just learn for being grateful of what you have. Itu saja.
Temanya kali ini agak random. Sebenernya berawal dari ke-BT-an gw krn ga bisa nonton untuk kali kedua film sarat makna garapan sutradara muda Indonesia di salah satu stasiun tv swasta. Setelah browsing sana sini ternyata alasannya karena ada salah satu ormas yang meng-atasnama-kan sebuah agama beramai-ramai mendatangi stasiun tv tersebut dan mengancam akan mengambil tindakan apabila film tersebut tetap ditayangkan.
Gw heran. Kenapa sih harus mengancam? Kenapa sih harus merusak apa yang tidak sesuai dengan prinsip atau nilai-nilai kepercayaan yang menurut mereka benar? Kenapa sih harus meng-atasnama-kan seluruh umat? Aneh.
Jujur gw takut. Dan mungkin beberapa orang juga merasa hal yang sama. Malah mungkin gw lebih takut sama mereka ketimbang pihak berwajib. Kenapa? Karena mereka brutal. Apa itu yang mereka coba sampaikan dan mereka inginkan? Ditakuti? Lantas kemana pihak berwajib yang katanya pelindung masyarakat?? Aneh.
Gimana Negara kita mau maju kalau kita sendiri berpikiran sempit dan menganggap diri selalu yang paling benar? Kenapa mereka ga menggerebek bioskop-bioskop yang justru menayangkan film-film berbau seksual berkedok setan dan hantu? Aneh.
"Film '?' menggambarkan umat Islam itu bengis dan jahat. Ada adegan orang islam merusak restoran China, lalu pendeta ditusuk dan gereja dibom," ujar Ketua FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di halaman SCTV Tower, Jl Asia Afrika, Jakarta.- detik.com-
"Kalau ditayangin juga, jangan salahin kita kalau SCTV di-sweeping. Udah jelas itu film liberal," ancamnya.-detik.com-
Lantas apa bedanya gambaran yang mereka sebut-sebut itu dengan mereka yang selalu datang beramai-ramai, berorasi, mengancam, jika tidak didengar atau tidak dituruti lantas merusak dan memporakporandakan apa yang ada tanpa peduli kerugian yang harus ditanggung dan bagaimana nasib orang-orang disitu? Aneh.
Jujur gw malu. Dan mungkin beberapa umat juga. Karena beberapa umat lebih mencintai perdamaian seperti yang selalu diajarkan Rasulullah SAW. Karena Islam adalah Rahmatan lil Alamin..