"We lost it Tik.."
Huff..feel sorry to hear that..berdoa yang terbaik untuk mereka. Mungkin Tuhan punya rencana yang lain. Tetap sabar dan berusaha.
"We lost it Tik.."
Huff..feel sorry to hear that..berdoa yang terbaik untuk mereka. Mungkin Tuhan punya rencana yang lain. Tetap sabar dan berusaha.
Sudah hampir sebulan ini saya merasakan kegatalan teramat sangat di bagian alis. Setelah diolesi berbagai macam salep dan obat gosok, tapi koq sepertinya semakin memburuk, akhirnya diputuskan untuk konsultasi ke dokter kulit. Dan hasilnya adalah Dermatitis Seborrhoeic.
Sejenis peradangan yang disebabkan alergi yang menyerang bagian-bagian wajah dan tubuh yang memiliki kelenjar keringat cukup banyak. Kenapa? jawabannya gampang. STRESS. yup, kerjaan yang menumpuk, istirahat yang tidak teratur itu dapat menyebabkan radang. Biasanya munculnya pada daerah sekitar alis, kening, lipatan hidung, balik telinga, dan bagian tubuh lainnya.
Huff..ternyata memang tubuh saya sudah mengirimkan sinyal. Dibutuhkan segera LIBURAN!!!
is this what we called our representative? is this what we called our spoke person? is this what we called well educated ??JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi bencana tsunami di Mentawai, Ketua DPR RI Marzuki Alie justru menyalahkan para korban yang tetap tinggal di tepi pantai. Ia juga menyarankan agar warga pindah ke daratan.
"Mentawai itu kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (27/10/2010).
Saat ditanya, konsekuensi apa yang dimaksudnya, Marzuki menjawab, "Ya kalau takut kena ombak, jangan tinggal di tepi pantai," ujar Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat ini.
Dengan letak dan posisi Mentawai, menurutnya, sulit bagi warga untuk menyelamatkan diri saat terjadi bencana. "Saya tanya, kalau tinggal di Mentawai, ada peringatan dini soal tsunami sempat enggak dua jam dia tinggalkan Mentawai? Ya enggak sempat," katanya.
Karena itu, Marzuki menyarankan warga Mentawai agar pindah untuk tinggal di daratan. "Kalau tinggal di pulau itu sudah tahu berisiko, pindah sajalah. Namanya kita negara di jalur gempa dan tsunami luar biasa. Kalau tinggal di pulau seperti itu, peringatan satu hari juga tidak bisa apa-apa," ujar dia.

Terserah kalo kalian mau bilang saya basi, tapi memang saya baru sempat menonton film anak negeri garapan Sembilan Matahari Film. Dan jujur saya suka. Bukan karena aktornya yang bertampang Cina atau aktrisnya yang mellow, tapi film ini beda. Realita antara cinta dan perbedaan ras. Cethek sih temanya, tapi seluruh dialog yang ada di dalamnya membuat film ini berhasil meraih Skenario Film Terbaik di ajang FFI 2009.Cuma Tuhan yang tau rasanya jadi selebritis – AnisaDan saya hanya bisa tertunduk malu, useless. Sudah seumuran ini tapi tidak bisa berbuat apa-apa terhadap itu semua. Well, setidaknya saya tidak nambah-nambahin kerjaan pemerintah dengan bikin konflik baru.
Kalo lo gak bisa nyelesein konflik agama di sana, the least you can do, jangan coba bikin konflik baru di sini deh – AnisaSaya jadi kembali teringat dialog percakapan antara Anisa dan Cina di akhir film itu, ketika Cina akhirnya memutuskan untuk melanjutkan studi ke Singapore.
Kenapa Allah nyiptain kita beda-beda kalo Allah cuma mau disembah kita dengan satu cara? – Anisa
Makanya Allah nyiptain cinta, biar yang beda-beda bisa nyatu – Cina