December 18, 2012
November 03, 2012
The big day of my life
Semua orang pasti punya hari spesial dalam hidupnya, begitu juga aku. Selain hari kelahiran masih banyak hari-hari spesial lainnya seperti hari kelulusan studi kuliahku, hari kelulusan penerimaan pekerja baru di perusahaan tempatku bekerja saat ini, hari pernikahanku dan satu lagi hari kelahiran anak pertamaku..
Untuk yang terakhir itu, rasa nya benar-benar ga bisa dibayangkan. Apalagi hari kelahiran anak pertamaku mundur 3 hari dari perkiraan dokter. Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang semula tanggal (8 /10) aku lewati dengan tanpa rasa mules ataupun kontraksi sedikitpun. Akhirnya atas anjuran dokter aku disarankan untuk diinduksi di hari Rabu (10/10) karena aku keukeuh untuk melahirkan secara normal.
Rabu siang tepatnya jam 10.50 infus induksi sudah terpasang di tangan kiriku. Sejak itulah kontraksi mulai terasa walaupun masih jarang frekuensinya. Sampai jam 03.00 dini hari (11/10) ternyata aku baru mencapai pembukaan 3. Sesuai hasil laporan dari suster dan anjuran dokter apabila tidak ada perkembangan dalam 3 jam kedepan maka diputuskan untuk sectio / caesar. Entah karena takut atau kepikiran bakal caesar, langsung deh kontraksi makin sering dan makin kenceng. Akhirnya jam 08.00 sudah masuk ke pembukaan 8 dan satu jam setelah itu komplit, alhasil tepat jam 09.15 hari Kamis (11/10) brojol deeeehh....
Please welcome my little girl, Friska Kaylila Loemongga.
Untuk yang terakhir itu, rasa nya benar-benar ga bisa dibayangkan. Apalagi hari kelahiran anak pertamaku mundur 3 hari dari perkiraan dokter. Hari Perkiraan Lahir (HPL) yang semula tanggal (8 /10) aku lewati dengan tanpa rasa mules ataupun kontraksi sedikitpun. Akhirnya atas anjuran dokter aku disarankan untuk diinduksi di hari Rabu (10/10) karena aku keukeuh untuk melahirkan secara normal.
Rabu siang tepatnya jam 10.50 infus induksi sudah terpasang di tangan kiriku. Sejak itulah kontraksi mulai terasa walaupun masih jarang frekuensinya. Sampai jam 03.00 dini hari (11/10) ternyata aku baru mencapai pembukaan 3. Sesuai hasil laporan dari suster dan anjuran dokter apabila tidak ada perkembangan dalam 3 jam kedepan maka diputuskan untuk sectio / caesar. Entah karena takut atau kepikiran bakal caesar, langsung deh kontraksi makin sering dan makin kenceng. Akhirnya jam 08.00 sudah masuk ke pembukaan 8 dan satu jam setelah itu komplit, alhasil tepat jam 09.15 hari Kamis (11/10) brojol deeeehh....
Please welcome my little girl, Friska Kaylila Loemongga.
Sebuah doa untukmu Nak
Begitu denger lagu ini langsung anteng. Ini doa untukmu Nak..
Khaylila yang cantik cepatlah kau besar
Ajarkan dunia berbagi seperti yang
Ku ajarkan kepadamu..
Khaylila yang mungil
Bila kau jadi pemimpin
Berikan hak mereka.. Bebas dari rasa takut
Juga rasa tertindas
Reff:
Dengan senyummu senjata membeku
Tantara bernyanyi ikuti tingkahmu
Tak ada lagi naluri menguasai
Perlahan berganti naluri berbagi
Satu hal yang pasti.. Ajarkan anak kita..
Berbagi.. Memberi.. Lebih dari yang kita
Lakukan untuk saat ini..
Back to reff
Dengan senyummu langit terpeluk
Bintang bertakuk kubutuh kau sentuh
Tak ada lagi yang ku takuti
Ku terlindungi dengan sentuhanmu...
Back to reff
Khaylila's Song - SO7
June 18, 2012
Bogor Trip
Hai. Saya Thika, si empunya blog yang sudah lama tak terjamah ini. Bukan karena tidak ada cerita menarik, justru karena terlalu banyak cerita menarik yang ingin diceritakan akhirnya malah berhenti di memori otak saja. Biarlah saya simpan memori indah itu di hati dan otak saya saja *cuih. Sebagai gantinya saya mau cerita hasil perjalanan singkat saya saat libur Paskah lalu ke Bogor. Oke?
Berhubung saya sedang berbadan dua dan hari libur suami yang agak susah disamakan dengan saya, maka liburan kali ini saya memutuskan untuk jalan-jalan ke kota Bogor. Alasannya? Dekat, tidak perlu menginap dan murah.
Setelah browsing sana sini, ditambah dengan sedikit merajuk teman lama saya yang kebetulan sedang berlibur ke Ibukota, maka kami sepakat bertemu di Stasiun Gambir jam 09.00 untuk berangkat ke Bogor dengan menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) sekitar jam 09.00 – 09.30. Namun karena satu dan lain hal (sebenarnya cuma satu hal sih, teman saya salah ambil jurusan Transjakarta :p ) akhirnya kami baru naik KRL jam 10.00. Ini pengalaman pertama kami naik KRL Jabodetabek. Lucu juga rasanya. Awalnya sepi dan tenang, tiba-tiba di suatu stasiun entah di daerah mana, serombongan ibu-ibu membawa anak menyeruak masuk layaknya serangan lebah.
![]() |
| :: Tiket KRL Jakarta - Bogor Rp. 7000,-:: |
Perjalanan yang kami tempuh sekitar 1 jam, setibanya di Stasiun Bogor kami langsung disambut abang-abang tukang asinan dan toge goreng. Dengan berbekal informasi dari temannya teman, kami langsung melanjutkan perjalanan dengan angkot 03 (Jur. Bubulak – Baranangsiang), dan turun di Taman Kencana. Taman itu sih ga ada apa-apanya, cuma daerah sekitar situ yang menggoda. Karena isinya tempat makan semua :D (sooo tempting apalagi buat bumil seperti saya ini). Inilah beberapa tempat yang kami kunjungi :
1. Pizza Bakar Kedai Kita
Tempat ini terletak di Jl. Pangrango, suasananya terasa seperti rumah. Menu favoritnya adalah Pizza Bakar dan Mie Hot Plate. Berhubung kami sudah cukup lapar, dan tergoda melihat keju mozzarella yang ada di atas Pizza, maka kami memesan 1 porsi Pizza Bakar BBQ Smoked Beef dan 2 air mineral. Katanya lapar, koq cuma pesan 1? Hahahha…itu trik kami untuk mencicipi menu di kunjungan kami selanjutnya.
| :: Pizza Bakar Smoked Beef (udah tinggal 1/2 :D) :: |
| :: Pizza Bakar Kedai Kita :: |
2. Pia Apple Pie
Ternyata Pia Apple Pie ini lokasinya hanya berseberangan dengan Pizza Bakar. Maka usai menyantap pizza dan menyempatkan diri untuk sholat kami pun berkunjung ke seberang. Sayangnya pie yang berukuran kecil sudah sold out, jadi kami tidak bisa mencoba di tempat. Akhirnya daripada penasaran, saya pun membeli oleh-oleh blueberry pie isi 10 bungkus ukuran kecil.
Dari Apple Pie kami mencoba menyusuri Jl. Pangrango kemudian menyeberang ke Jl. Ceremai Ujung untuk menuju tujuan selanjutnya yaitu toko cokelat. Ternyata lokasinya tidak seperti yang digambarkan di peta. Ini pelajaran penting. Perhatikan skala peta itu berapa perbandingannya. Kami harus berjalan sekitar 1 KM dengan kanan kiri seperti hutan bambu. Hahhaha, sempat jiper juga sih, tapi demi mencoba cokelat yang katanya beken itu ya sudahlah..untung kami berbekal botol minum. Setelah tiba disana, tidak seperti 2 tempat sebelumnya, tempat ini cenderung sepi. Entah kami dateng di jam yang salah atau apa. Tapi lagi-lagi kami dikecewakan dengan tidak adanya porsi kecil untuk dicoba. Akhirnya kami pun membeli snack choco bar yang kami cemil sambil duduk-duduk di kursi luar resto untuk melepas lelah. Karena tidak ingin mengulang kebodohan semula maka kami memutuskan untuk naik angkot sajalah sebagai sarana transport kembali ke Jl. Pajajaran (jalan Utama tempat kami turun dari angkot yang pertama kali). Tapi menurut waitress di resto tersebut, tidak ada angkot yang berlawanan arus, artinya kami harus naik angkot lain dulu untuk kemudian memutar nantinya.
Kami pun memilih angkot 08 Jur.Ramayana – Warung Jambu (satu-satunya angkot yang lewat plus hujan mulai turun, maklum kota hujan). Di dalam angkot kami mencoba bertanya ke penumpang lain, ternyata untuk menuju Jl. Pajajaran kami harus ganti angkot lagi nantinya, alamaaaakk…akhirnya kami pun turun di daerah Warung Jambu kemudian pindah angkot 09 Jur. Warung Jambu – Pajajaran.
4. Macaroni Panggang
Setelah berteduh sebentar karena hujan deras, akhirnya kami pun sampai di resto Macaroni Panggang, resto ini cukup ramai apalagi hari libur seperti kemarin. Berhubung porsi kecil untuk macaroni panggang maupun lasagna gulung sudah habis semua (saya heran kenapa mereka tidak memperbanyak stock untuk porsi kecil ya..pasti semua orang kan ingin makan di tempat, huh)..kami pun akhirnya mencicipi Connelloni Ayam. Isinya daging ayam, jagung manis, di tutup dengan lapisan keju yang biasa digunakan untuk lasagna. Cukup nikmat dimakan apalagi saat dingin-dingin habis turun hujan.
June 15, 2012
Anakku naburju
Somehow, this song looks like represent my life journey..and i love it, it's a beautiful song, from parents to their childrens..
Anakku naburju, Anak hasianku Anakku nalagu
(Anakku yang baik, anakku sayang)
Ingot do ho amang Di akka podani Na tua tuami
(Kau sangat mengingat semua nasehat orang tuamu)
Dung hu parbohat ho, Na marsikkolai Tu luat nadao i amang
(setelah kau kuberangkatkan untuk bersekolah ketempat yang sangat jauh anakku)
Benget do ho amang Benget do ho Manaon na dangoli
(kau sangat tekun dan sabar menjalani berbagai penderitaan)
Molo hu ingot do Sude tahe amang Pangalahom na salpui
(Bila kuingat semua tingkah lakumu yang lalu anakku)
Si pata lomos do Natua-tuamon di si habuniani
(Terkadang orang tuamu ini cemas di kesunyian)
Hutangiangkon do Mansai gomos amang Anggiat muba rohami
(Kudoakan, dengan sangat semoga pola pikirmu berubah)
Di jalo do amang Di jalo do Tangiangki amang
(dan Tuhan mengabulkan doaku tersebut anakku)
reff:
Ipe amang Hasianku Anakku naburju
(Begitupun engkau anakku sayang, anakku yang baik)
Pagomos ma Tangiangmi Tu mula jadi naboloni
(Kuatkanlah dalam berdoa kepada Tuhan pencipta yang Maha Besar)
Anggiat ma ture Sude Hamu pinomparhi amang
(Semoga kalian semua keturunanku hidup layak)
Marsiamin aminan Marsitukkol tukkolan Songon suhat di robeani
(Saling mendoakan, saling menopang, seperti Talas di lereng gunung)
Dung lam dao amang Pangarantoanmi Anak hasianku
(Semakin jauh perantauanmu anakku sayang)
Di haburjuhon ho Doi sude amang Di tano si lebani
(Engkau semakin menekuni semua kegiatanmu di negeri orang)
Mauliate ma Tadok tu Tuhani Di naung jinalomi amang
(Kita mengucap syukur kepada Tuhan atas semua yang di berikan kepadamu)
Jumpangmu do amang Jumpangmu do Na jinalahanmi
(Akhirnya engkau mencapai apa yang kau cita2kan)
Back to Reff
Anakku naburju, Anak hasianku Anakku nalagu
(Anakku yang baik, anakku sayang)
Ingot do ho amang Di akka podani Na tua tuami
(Kau sangat mengingat semua nasehat orang tuamu)
Dung hu parbohat ho, Na marsikkolai Tu luat nadao i amang
(setelah kau kuberangkatkan untuk bersekolah ketempat yang sangat jauh anakku)
Benget do ho amang Benget do ho Manaon na dangoli
(kau sangat tekun dan sabar menjalani berbagai penderitaan)
Molo hu ingot do Sude tahe amang Pangalahom na salpui
(Bila kuingat semua tingkah lakumu yang lalu anakku)
Si pata lomos do Natua-tuamon di si habuniani
(Terkadang orang tuamu ini cemas di kesunyian)
Hutangiangkon do Mansai gomos amang Anggiat muba rohami
(Kudoakan, dengan sangat semoga pola pikirmu berubah)
Di jalo do amang Di jalo do Tangiangki amang
(dan Tuhan mengabulkan doaku tersebut anakku)
reff:
Ipe amang Hasianku Anakku naburju
(Begitupun engkau anakku sayang, anakku yang baik)
Pagomos ma Tangiangmi Tu mula jadi naboloni
(Kuatkanlah dalam berdoa kepada Tuhan pencipta yang Maha Besar)
Anggiat ma ture Sude Hamu pinomparhi amang
(Semoga kalian semua keturunanku hidup layak)
Marsiamin aminan Marsitukkol tukkolan Songon suhat di robeani
(Saling mendoakan, saling menopang, seperti Talas di lereng gunung)
Dung lam dao amang Pangarantoanmi Anak hasianku
(Semakin jauh perantauanmu anakku sayang)
Di haburjuhon ho Doi sude amang Di tano si lebani
(Engkau semakin menekuni semua kegiatanmu di negeri orang)
Mauliate ma Tadok tu Tuhani Di naung jinalomi amang
(Kita mengucap syukur kepada Tuhan atas semua yang di berikan kepadamu)
Jumpangmu do amang Jumpangmu do Na jinalahanmi
(Akhirnya engkau mencapai apa yang kau cita2kan)
Back to Reff
February 12, 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)

