Tak pernah menyangka aku akan melakukannya demi cinta,
Pada hari Jum'at di minggu ketiga di bulan Juli tepatnya tanggal 19 yang lalu,
Di menit-menit terakhir kegalauanku, usai membaca e-mail dari seorang teman mengenai kesiapan menjelang hasil assesment diumumkan,
Atas dorongan hati dan teman terdekat,
Aku memutuskan untuk pulang. Yup, pulang...
Dengan berbekal rasa nekat serta hati yang dag-dig-dug tak jelas bagaimana iramanya,
Akupun membeli tiket kereta jurusan Semarang-Surabaya yang berangkat malam itu juga, sekitar pukul 01.32 dini hari,
"Pulang??? naik apa??? jam berapa?? koq ndadak???", tanya Matahari.
"Iya, ntar malem naik Sembrani jam setengah dua", ujarku.
"Setengah dua??? trus ke stasiunnya naik apa?? kamu ati-ati ya, koq nekat sih??", kembali ia mengkhawatirkanku.
"Gampanglah, naik taksi bisa. Pokoknya besok pagi jemput yah...", jawabku meyakinkan.
Akhirnya, dengan mengumpulkan segenap keberanian aku berangkat ke stasiun naik taksi yang telah kupesan sebelumnya.
Namun ternyata, perjalananku tak semulus itu. Aku masih harus menunggu sekitar satu jam, karena kereta yang akan membawaku, terlambat tiba.
Dengan berbekal jaket dan novel yang tak kunjung habis kubaca, maka tepat pukul 02.25 aku meninggalkan stasiun Tawang menuju Surabaya...
Lelahku, kantukku, galauku, lenyap seketika...
begitu kulihat senyum matahari pagi itu yang menyambutku dengan penuh rasa bahagia...
"Honey, i'm home..."
No comments:
Post a Comment