May 12, 2016

Sepenggal cerita dari negeri seberang...

Somehow saya ditunjuk mewakili perusahaan tempatku bekerja untuk melaksanakan sebuah perjalanan dinas ke China. Senang, nervous, bingung kumpul jadi satu. It’s my first time going to China. Akhirnya hari minggu subuh tanggal 3/4 rombongan kami (ber-11 orang) pun take off ke China via Hongkong. Perjalanan Jkt – Hongkong memakan waktu 5 jam, sedangkan Hongkong – Chongqing (China) 2 jam. Dan tibalah kami di Chongqing, sebuah kota yang merupakan industrial district tempat dimana sebagian besar produsen otomotif bermula.
:: @ Honeywell Automation China ::

Chongqing memiliki suasana yang cukup menyenangkan, udaranya sejuk, kebetulan kemarin saya kesana tepat saat spring time, jadi cukup menyegarkan mata melihat warna warni bunga dimana-mana.
:: taman kota di depan kantor Honeywell China ::

Untuk soal makanan, hmmm relatif agak susah sih untuk lidah orang Indonesia macam saya..disana mungkin karena melihat kami dominan Moslem, maka kami disuguhkan berbagai macam menu halal, seperti kambing bakar, sate kambing, bebek panggang, ayam, seafood. Namun yang membuat berbeda adalah pada bumbu yang dipakai. Di China, mereka lebih sering menggunakan cabai kering dan pepper corn, atau merica yg segede jagung…jadi ya bisa dibayangkan lah ya pedesnya kaya gimana…oia mereka juga sering menggunakan berbagai macam bunga dalam masakan (saya sempat makan akar bunga lotus, dan rasanya menurut saya seperti ubi, hahahahha).
:: menu di salah satu halal restaurant "all about lamb" ::

Di saat free time kami sempat mencoba salah satu transportasi umum dsana berupa high speed train, dimana kecepatan rata2nya adalah 295 km/hour (wow!!) berasa naik pesawat tapi dengan suara yang cukup tenang… selanjutnya kami juga menikmati keramaian kota tua di salah satu sudut kota Chongqing dan di malam harinya kami menyusuri sungai Yang Tze dengan sebuah ferry, sebagian besar orang memilih untuk duduk di outdoor agar dapat menikmati suasana malam kota Chongqing. Untuk bisa masuk ke kursi VIP (karena free seat nya udah penuh) kami harus membayar sekitar 400k IDR (dibayarin sih tepatnya...heheheh) 
:: nyobain high speed train, stasiunnya aja kaya bandara, baguuuss... ::

:: visit to kota tua, banyak pernak pernik tradisional ::

:: diatas ferry yang mengelilingi Yang Tze river ::

:: The famous Yang Tze River ::

Namun satu hal yang tidak dapat dilupakan adalah toilet. Yak, jangan pernah berharap menemukan toilet yang bersih disini kecuali di hotel tempat saya menginap. Seluruh tempat kondisinya bau dan kotor. Kalo ga kebelet, saya lebih baik buang air kecil di hotel sahaja.

Di hari terakhir sebelum ke bandara kami menyempatkan diri untuk melakukan ritual Friday praying (Sholat Jumat) di satu-satunya masjid di Chongqing. Disaat sebagian besar orang yang saya temui di China tidak terlalu ramah dan sedikit yang bisa berbahasa inggris, disaat dimana begitu sulit mencari masjid, mushola bahkan praying room di seluruh area perkantoran, hotel maupun public area, Maka ketika saya bertemu orang2 moslem di masjid itu, disana saya merasa begitu bersyukur, teduh hati ini ketika melihat orang2 dari penjuru manapun datang ksana untuk sholat dan semuanya menyapa dengan satu Bahasa, “salam..”

:: Satu-satunya Masjid di Kota Chongqing ::
:: muka girang karena mau pulang ke Indo ::
Terima kasih Ya Allah atas karuniamu hingga aku bisa menginjakkan kakiku ke negeri China. Melihat keindahanMu dan mensyukuri nikmatMu dari negeri seberang..

No comments:

Post a Comment