Di penghujung hari sibukku, tepatnya 26 Desember 2006 pukul 23.45 WIB, handphone-ku berdering. Setengah bersorak melihat nama yang tertulis di layar, aku pun mengangkat HaPe-ku. Terbesit rasa rindu yang teramat ketika mendengar suaranya di ujung telepon. Namun hal itu tak berlangsung lama. Diam. Aku hanya bisa diam. Berharap bisa marah dan menangis. Tapi sekali lagi, aku hanya bisa diam. Semuanya sampai disini. Di saat kubutuh dukungan menghadapi segala masalah pelik yang ada, engkau memilih berhenti menemaniku. Ya…tepat setahun kemarin semua cerita tentang kita kau kunci rapat-rapat menjadi kenangan.
Terima kasih telah menemaniku selama hampir separuh dasawarsa,
Terima kasih untuk kesabaran yang kau ajarkan padaku,
Sempat berharap waktu berputar kembali,
Namun kurasa tak ada gunanya,
Semua telah usai sudah…
Kini, masih di penghujung hari sibukku, 26 Desember 2007, aku menanti saat-saat pergantian tahun baru 2008 bersama Matahariku yang setia mendukung dan menemani selama 7 bulan terakhir. Kusimpan rapi semua cerita laluku dalam buku kuning pucat dengan gembok perak. Kuambil buku bersampul putih, kuhiasi gambar matahari yang bersinar terang, dan warna warni pelangi. Berharap hari-hariku kelak seterang matahari dan semeriah warna pelangi.
Terima kasih telah memilihku untuk menemanimu menikmati hari,
Terima kasih telah mempercayaiku untuk mendengarkan kisah-kisahmu,
Mari kita susun puzzle bersama-sama…
yen tak itung2..brarti hampir barenganya ya kita ditinggalkan oleh orang2 itu..ya..kamu sudh menemukan mataharimu..aku?matahari terakhir yg kumasuki adalah matahari di Metropolitan MAll Bekasi..
ReplyDelete