5...4...3...2...1 treeeeeettttt!!!tooeeeet toooeett!!!! selamat taun baru yaaaaa.....beginilah kondisi new year's eve gw kemaren. Terkungkung di asrama bareng beberapa anak OJT lainnya, ujan deres, jalanan macet, mo kemana coba??? But quite fun siy, soalnya...Matahari ulang tahun!!!Yup, my lovely sunshine got a little surprise from me that nite... Chessecake blueberry topping. hmmmm....yummieee....
Well, semoga semuanya senang. Semoga semua impian, resolusi, harapan dan keinginan tercapai di tahun ini. Semoga gw bisa ngebahagiain ortu gw. Itu aja.
HAPPY NEW YEAR EVERYBODY...
January 09, 2008
December 27, 2007
When a man lost a woman
Tanyakan pada laki-laki itu tentang duka akibat perpisahan
Dia tidak akan menjawab apa-apa, kecuali saputan mendung di wajahnya
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan
Kau akan melihat kedua tangannya terkepal dan rahangnya mengeras karena amarah
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang yang disayang
Dia masih bertahan dalam bisunya tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi
Tetapi coba tanyakan padanya mengapa sudi dipecundangi cinta
Yakinlah laki-laki itu pasti tertawa
Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh
Lalu berkata,
Kalau kau pernah mengecap cinta, kau tak akan bertanya
-ria sihombing-
Dia tidak akan menjawab apa-apa, kecuali saputan mendung di wajahnya
Tanyakan pada laki-laki itu perihnya pengkhianatan
Kau akan melihat kedua tangannya terkepal dan rahangnya mengeras karena amarah
Tanyakan pada laki-laki itu pedihnya kehilangan orang yang disayang
Dia masih bertahan dalam bisunya tapi air matanya tak sanggup ditahannya lagi
Tetapi coba tanyakan padanya mengapa sudi dipecundangi cinta
Yakinlah laki-laki itu pasti tertawa
Menertawakan pertanyaanmu yang dianggapnya bodoh
Lalu berkata,
Kalau kau pernah mengecap cinta, kau tak akan bertanya
-ria sihombing-
Setahun Kemarin
Di penghujung hari sibukku, tepatnya 26 Desember 2006 pukul 23.45 WIB, handphone-ku berdering. Setengah bersorak melihat nama yang tertulis di layar, aku pun mengangkat HaPe-ku. Terbesit rasa rindu yang teramat ketika mendengar suaranya di ujung telepon. Namun hal itu tak berlangsung lama. Diam. Aku hanya bisa diam. Berharap bisa marah dan menangis. Tapi sekali lagi, aku hanya bisa diam. Semuanya sampai disini. Di saat kubutuh dukungan menghadapi segala masalah pelik yang ada, engkau memilih berhenti menemaniku. Ya…tepat setahun kemarin semua cerita tentang kita kau kunci rapat-rapat menjadi kenangan.
Terima kasih telah menemaniku selama hampir separuh dasawarsa,
Terima kasih untuk kesabaran yang kau ajarkan padaku,
Sempat berharap waktu berputar kembali,
Namun kurasa tak ada gunanya,
Semua telah usai sudah…
Kini, masih di penghujung hari sibukku, 26 Desember 2007, aku menanti saat-saat pergantian tahun baru 2008 bersama Matahariku yang setia mendukung dan menemani selama 7 bulan terakhir. Kusimpan rapi semua cerita laluku dalam buku kuning pucat dengan gembok perak. Kuambil buku bersampul putih, kuhiasi gambar matahari yang bersinar terang, dan warna warni pelangi. Berharap hari-hariku kelak seterang matahari dan semeriah warna pelangi.
Terima kasih telah memilihku untuk menemanimu menikmati hari,
Terima kasih telah mempercayaiku untuk mendengarkan kisah-kisahmu,
Mari kita susun puzzle bersama-sama…
Terima kasih telah menemaniku selama hampir separuh dasawarsa,
Terima kasih untuk kesabaran yang kau ajarkan padaku,
Sempat berharap waktu berputar kembali,
Namun kurasa tak ada gunanya,
Semua telah usai sudah…
Kini, masih di penghujung hari sibukku, 26 Desember 2007, aku menanti saat-saat pergantian tahun baru 2008 bersama Matahariku yang setia mendukung dan menemani selama 7 bulan terakhir. Kusimpan rapi semua cerita laluku dalam buku kuning pucat dengan gembok perak. Kuambil buku bersampul putih, kuhiasi gambar matahari yang bersinar terang, dan warna warni pelangi. Berharap hari-hariku kelak seterang matahari dan semeriah warna pelangi.
Terima kasih telah memilihku untuk menemanimu menikmati hari,
Terima kasih telah mempercayaiku untuk mendengarkan kisah-kisahmu,
Mari kita susun puzzle bersama-sama…
Butet = Kambing
Arthika Hamoraon Harahap. Nama yang cukup susah dilafalkan untuk beberapa orang awam. Butet. Sepertinya itu lebih mudah. Dan begitulah seterusnya. Sejak taman kanak-kanak hingga lulus SMA nama itu melekat terus didiriku. Baru ketika duduk di bangku kuliah aku memiliki identitas baru. Thika. Namun, tetap saja, identitas lamaku tak bisa kutinggalkan begitu saja. Seperti saat ini. Jauh di ujung telepon aku mendengar mama berbicara.
“Kak, kambingnya udah dapet tuh. Ada di musholla depan. Udah dikalungin namanya kakak, Butet.”
“?????”, aku hanya bisa mengiyakan dalam hati.
Bahkan nama itu melekat pada kambing yang kukurbankan di Hari Idul Adha tahun ini.
“Kak, kambingnya udah dapet tuh. Ada di musholla depan. Udah dikalungin namanya kakak, Butet.”
“?????”, aku hanya bisa mengiyakan dalam hati.
Bahkan nama itu melekat pada kambing yang kukurbankan di Hari Idul Adha tahun ini.
December 17, 2007
Liburaaaaannnnn
Hhhhh....liat angka yang ditunjukkin jam di tangan kanan gw. Tanggal 17. Udah ga pengen kerja. Otak gw lebih dipenuhi angan-angan libur panjang lebaran Qurban tanggal 20 esok.
Yup...Idul Qurban kali ini gw ga pulang. Bilang gw sibuk, sok sibuk, ato apalah, tapi gw emang ga sempet buat nyari tiket pulang.
Sayang benernya, karena liburan kali ini lumayan lama, seminggu. Semalem gw sms Ayah, entah knapa tiba-tiba gw pengen qurban.
Mungkin tergugah sms dedekecil yang mo ngirim duit ke bapak buat qurban.
Yah....moga-moga niat gw buat qurban di Bali bisa ngewakilin semuanya...
Yup...Idul Qurban kali ini gw ga pulang. Bilang gw sibuk, sok sibuk, ato apalah, tapi gw emang ga sempet buat nyari tiket pulang.
Sayang benernya, karena liburan kali ini lumayan lama, seminggu. Semalem gw sms Ayah, entah knapa tiba-tiba gw pengen qurban.
Mungkin tergugah sms dedekecil yang mo ngirim duit ke bapak buat qurban.
Yah....moga-moga niat gw buat qurban di Bali bisa ngewakilin semuanya...
December 09, 2007
Dan disinilah aku
Dan disinilah aku.
Setelah selama hampir seminggu mataku kerja rodi hingga pukul 1 dini hari, disinilah aku.
Mencoba melepaskan sebagian penatku, jenuhku, untuk sedikit memberikan kenikmatan yang lama diimpikan oleh setiap jengkal tubuhku, disinilah aku.
Tanpa ada keharusan membuka mata pagi-pagi buta, menggosokkan badan dengan sabun ketika udara dingin masih merambati tapak kakiku, berlarian mengejar P905 jurusan P.Gadung - Senen, yeah disinilah aku.
Minggu siang, di seberang TPU Karet Bivak, gedung A lantai 16CD, disinilah aku.
Bermalas-malasan sepanjang hari merasakan Lazy Sunday yang tak ingin kusudahi.
"Mandi...mandi..."
"Gw mo ke Carrefour Tik..."
Well, "earth call kecil..."
Setelah selama hampir seminggu mataku kerja rodi hingga pukul 1 dini hari, disinilah aku.
Mencoba melepaskan sebagian penatku, jenuhku, untuk sedikit memberikan kenikmatan yang lama diimpikan oleh setiap jengkal tubuhku, disinilah aku.
Tanpa ada keharusan membuka mata pagi-pagi buta, menggosokkan badan dengan sabun ketika udara dingin masih merambati tapak kakiku, berlarian mengejar P905 jurusan P.Gadung - Senen, yeah disinilah aku.
Minggu siang, di seberang TPU Karet Bivak, gedung A lantai 16CD, disinilah aku.
Bermalas-malasan sepanjang hari merasakan Lazy Sunday yang tak ingin kusudahi.
"Mandi...mandi..."
"Gw mo ke Carrefour Tik..."
Well, "earth call kecil..."
Subscribe to:
Posts (Atom)